Pengobatan Massal di HUT Persit ke-65 dan Dharma Pertiwi ke-47

PERSIT KARTIKA CANDRASURABAYA – Organisasi para istri TNI yang tergabung dalam wadah Dharma Pertiwi Daerah E dan Persatuan Istri prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Pengurus daerah V/Brawijaya, pada Selasa pecan lalu menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan massal, yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Bulak, Kampung Nelayan Kenjeran Kota Surabaya.

Pengobatan massal yang cukup mendapatkan attensi masyarakat wilayah Kecamatan Bulak, Kampung Nelayan Kenjeran Kotamadya Surabaya dan sekitarnya ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-65 dan Dharma Pertiwi daerah E Jawa Timur ke-47 tahun 2011.

Panitia penyelenggara mengharapkan, program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama kegiatan yang bisa bermanfaat untuk membantu masyarakat kurang mampu, apapun bentuknya, hendaknya senantiasa digalakkan. Sehingga kiprah organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharma Pertiwi dalam mendukung program program pemerintah, khususnya dibidang sosial kemasyarakatan, mempunyai manfaat yang nyata.

Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah V/Brawijaya dan Dharma Pertiwi Daerah E, dalam menyelenggarakan pengobatan massal ini melibatkan 7 dokter dan 15 tenaga medis dari Kesehatan Kodam V/Brw, TNI AL dan TNI AU.

Sedangkan sekitar 450 orang warga masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma ini kebanyakan berusia diatas 60 tahun, penyakit yang diderita bermacam macam, antara lain stroke, darah tinggi, pusing, flu, asam urat dll.

Di tempat pengobatan massal ini sejak pukul 07.00 pagi sudah banyak masyarakat yang
antri untuk berobat, padahal dimulainya baru pukul 07.30, sehingga Istri Pangdam
V/Brawijaya Ny. Gatot Nurmantyo selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah V/Brawijaya dan juga sebagai Ketua Dharma Pertiwi Daerah E merasa terharu, melihat banyaknya warga masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis ini.

Ada juga pasien yang berusia sangat lanjut ikut hadir di acara tersebut dengan dibopong oleh salah satu anggota TNI karena tidak bisa jalan sendiri.