Wanita TNI Peringati Hari Kartini

Hari Kartini 2011SURABAYA – Wanita TNI se Komando Garnisun Tetap III Surabaya, memperingati hari Kartini 2011 yang berlangsung secara khidmat di lapangan upacara TNI-AU Juanda Surabaya.

Wanita TNI yang terdiri dari Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad), Korps Wanita TNI-Angkatan Laut (Kowal) dan Korps Wanita TNI-Angkatan Udara (Kowara) ini, dalam memperingati hari Kartini Tahun 2011, telah melaksanakan beberapa kegiatan sosial.

Panglima TNI Laksamana TNI, Agus Suhartono, S.E, dalam amanat tertulisnya yang
dibacakan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo antara lain
mengatakan, perjuangan R.A Kartini yang mengedepankan emansipasi wanitanya,
tidak pernah merasa takut diintimidasi, hanya dengan bekal penanya, R.A Kartini
tampil sebagai penjuru dalam perjuangan nasional, berjuang tanpa kekerasan.

Semangat dan makna itulah yang harus diwarisi, dilanjutkan dan diaktualisasikan
oleh para wanita generasi muda sekarang ini, sesuai dengan kodrat dan peran
gandanya selaku wanita.

Tuntutan kesetaraan gender, mengandung konsekwensi peningkatan kapabilitas dan
kapasitas yang harus dipenuhi oleh kaum wanita, baik dalam peran kodrati sebagai
perempuan maupun dalam peran sosial dan peran fungsional yang dihadapi sebagai
prajurit TNI.

Oleh sebab itu Panglima TNI berharap kepada seluruh prajurit wanita TNI, untuk senantiasa meningkatkan kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional, agar dapat menempatkan diri secara proporsional dalam melaksanakan tugasnya sebagai prajurit TNI dan tugasnya sebagai ibu dalam rumah tangga. Kedua-duanya menurut orang nomor satu di TNI ini sama pentingnya, karena keduanya menyangkut kepentingan bangsa dan negara.

Pada abad ke-21, kehidupan umat manusia memasuki peradaban modern yang ditandai
dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta media.

Seiring dengan perkembangan itu, peran ibu sebagai pencerah peradaban, bakal menemui
tantangan yang semakin berat. Pertama tantangan internal keluarga, dimana seorang wanita harus tetap menjadi sosok feminin yang lembut, penuh perhatian dan kasih sayang serta sarat dengan sentuhan cinta yang tulus kepada suami dan anak-anaknya.

Sedangkan tantangan kedua adalah Eksternal, karena tuntutaan jaman yang semakin terbuka terhadap masuknya nilai-nilai mondial dan global, menuntut seorang wanita prajurit TNI untuk tetap bersikap sebagai prajurit TNI dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang unggul dan berkualitas tinggi, peran dan tugas seorang ibu sangat besar dan berat. Lahirnya generasi bangsa yang unggul, kreatif, penuh inisiatif, bermoral tinggi, bervisi kemanusiaan, beretos kerja andal, dan berwawasan luas, tidak luput dari sentuhan peran seorang ibu, meskipun ia seorang prajurit TNI. (doni sujito)