Bangun Dua Kapal Cepat Rudal, Bank Mandiri Mendanai

gedung bank mandirimaiwanews – Dalam rangka mendukung penguatan Alutsista khususnya yang akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut, Bank Mandiri mengucurkan dana sebesar Rp. 65.97 miliar untuk pembangunan dua unit kapal cepat rudal tipe 40.

Satu unit kapal cepat rudal (KCR) yang diberi nama KRI Clurit-641 dengan nomor lambung 641 telah selesai dibangun oleh PT Palindo Marine Industry, Tanjunguncang. Peluncuran KRI itu diresmikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Dermaga Batu Ampar, Batam disaksikan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAL Soeparno, dan Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Kapal yang memiliki panjang 44 meter ini mampu melaju hingga kecepatan 30 knot itu, sepenuhnya dikerjakan putra-putri Indonesia. Bahkan, sebagian besar material kapal perang tersebut diproduksi di dalam negeri.

KRI Clurit dilengkapi sistem persenjataan modern (Sewaco/Sensor Weapon Control), diantaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat (CIWS) dan peluru kendali 2 set Rudal C-705. Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu, juga dilengkapi dua unit senapan mesin kaliber 20 mm yang ditempatkan di anjungan kapal.

Bagian lambung KCR-40/KRI Clurit terbuat dari baja khusus yang bernama High Tensile Steel yang diperoleh dari PT Krakatau Steel. Dengan memakai bahan baja-alumunium, peluncuran KCR-40 ini ikut menandai sejarah baru industri perkapalan di Indonesia.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya ingin Bank Mandiri berkomitmen mendukung pembiayaan alat utama sistem senjata (alutsista) sejak 2007. Namun niatan itu masih menunggu ketentuan prinsip di regulasi perbankan.

“Pembiayaan untuk alutsista bersifat peminjaman dalam negeri, sehingga memiliki sifat yang berbeda dengan jenis kredit lainnya,” kata Zulkifli Zaini dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin, 25 April 2011.

Sebelumnya kata Zulkifli, pengadaan alutsista TNI menggunakan skema kredit ekspor. Skema ini katanya, kemudian diubah menjadi pinjaman dalam negeri dengan menggunakan mata uang rupiah murni. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam pembiayaan pengadaan alutsista TNI.