Adang: Banyak Koruptor Besar Tapi Paspor tak Dicabut

adang-daradjatunmaiwanews – Adang Daradjatun merasa isterinya, Nunun Nurbaeti diperlakukan tidak adil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Miranda S Gultom.

Perlakuan tidak adil itu menurut Adang, terjadi pada pencabutan paspor Nunun sehingga isterinya menjadi buronan interpol yang dicari di 180 negara. Padahal banyak koruptor besar katanya, justru tidak dicabut paspornya seperti Nunun.

“Banyak koruptor besar tetapi justru tidak dicabut paspornya, saya sedih. Dan kini istri saya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Adang Daradjatun dalam sebuah wawancara dengan stasiun  MetroTV, Sabtu 11 Juni 2011.

Lebih jauh Adang menilai KPK telah berlaku tidak adil kepada Nunun. Adang berpendapat, tanpa bukti yang kuat, istrinya dijadikan tersangka. Meskipun menurutnya, tidak ada keterangan yang menyatakan istrinya memberi langsung uang kepada beberapa politisi.

Karena itu Adang berjanji akan melakukan perlawanan dengan cara berbicara kepada masyarakat luas yang selama ini justru dihindarinya. “Saya akan melawan,” kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan.