
maiwanews – Presiden Prabowo Subianto Senin, 18 Mei 2026, menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Salah satunya adalah empat pesawat Falcon 8X.
Menurut keterangan resmi Dassault Falcon, Falcon 8X memiliki jangkauan hingga 6.450 nautical miles (11.945 km), mampu membawa 12–16 penumpang, dan dilengkapi tiga mesin Pratt & Whitney Canada PW307D. Pesawat ini mengusung Digital Flight Control System turunan dari jet tempur Rafale, serta teknologi FalconEye Combined Vision System yang meningkatkan keselamatan penerbangan dalam kondisi visibilitas rendah.
Kabin Falcon 8X adalah yang terpanjang dalam keluarga Falcon, dengan lebih dari 30 konfigurasi tata letak. Pesawat ini juga dikenal sebagai jet dengan tingkat kebisingan terendah di industri (49 EPNdB SIL), serta sistem penyaringan udara canggih yang menyegarkan udara kabin 10 kali lebih cepat dari standar gedung modern.
Dalam keterangannya di situs resmi Sekretariat Negara RI, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan tonggak penguatan pertahanan nasional. Falcon 8X disebut akan mendukung mobilitas strategis, misi komando, dan pengawasan TNI AU.
Presiden menekankan bahwa penguatan pertahanan udara adalah langkah penting untuk menjaga kedaulatan di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian. “Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent, kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujar Presiden. (rep03/z/Kemensetnet/Dassault Falcon)
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Kontrak Rafale Diteken 2022
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow









