maiwanews – Publik masih menaruh kepercayaan kepada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Adanya ancaman pembunuhan terhadap pimpinan KPK dinilai sebagai perlawanan balik para koruptor atas upaya KPK selama ini dalam memberantas korupsi.
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung pengungkapan kasus ancaman pembunuhan pimpinan KPK. “Pelaku harus diusut. Bukti rekaman sudah menjadi dasar yang kuat melakukan itu,” kata anggota ICW, Donal Fariz di Jakarta, Selasa 16 Agustus 2011.
Ancaman pembunuhan terhadap pimpinan KPK yang terungkap melalui bukti rekaman itu menurut ICW, menunjukkan adanya fenomena corruptor fight back yang sudah dilakukan secara sistematis.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua membenarkan adanya rekaman berisi rencana pembunuhan terhadap sejumlah pimpinan lembaga antikorupsi ini.
Menurt Abdullah, rencana pembunuhan tersebut terkait Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin kini terlibat kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Games 2011 di Jakabaring, Palembang yang ditangani KPK.
“Ada usaha pembunuhan (terhadap pimpinan KPK Chandra, Ade Rahardja dan lain-lain),” kata Abdullah Hehamahua yang juga calon pimpinan KPK di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin 15 Agustus 2011.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Chandra M Hamzah dan Ade Raharja adalah petinggi KPK yang memang ngotot dan berani menyeret Nazaruddin dalam kasus korupsi di Kemenpora yang menghebohkan itu.









