Salah Serang, Pesawat Yaman Tewaskan 30 Tentara

demonstrasi-yamanSetidaknya 30 orang tentara Yaman tewas akibat salah satu pesawat tempur negara itu salah serang. Para tentara sedang bersembunyi di sebuah gedung sekolah yang sudah tidak digunakan lagi saat serangan terjadi.

Pejabat Yaman hari Minggu lalu mengatakan serangan bom pesawat tempur pemerintah terhadap bangunan di Yaman Selatan merupakan sebuah kesalahan. Tidak ada rincian jelas mengenai insiden salah serang tersebut.

Pasca serangan itu, militan Al-Qaidah dilaporkan kantor berita Perancis melakukan serangan terhadap gedung sekolah tadi dan menewaskan lebih banyak tentara. Sementera pejabat kementerian pertahanan membantah adanya korban jiwa akibat pengeboman itu.

Di tempat terpisah, pejabat Yaman mengatakan setidaknya tiga prajurit tewas dalam operasi untuk membasmi tersangka militan Al-Qaidah hari Sabtu. Operasi itu berlangsung sehari setelah mereka mengumumkan kematian ulama kelahiran Amerika Anwar al-Awlaki dan beberapa militan lain. Para prajurit itu tewas dalam bentrokan dalam operasi di Zinjibar. Pasukan keamanan selama ini berusaha merebut kembali kendali atas kota di Yaman selatan itu, yang dikuasai militan sejak Mei.

Di Washington, Departemen Luar Negeri Amerika hari Sabtu memperingatkan kemungkinan meningkatnya aksi kekerasan anti Amerika di seluruh dunia pasca kematian Awlaki. Disebutkan bahwa pendukung Awlaki mungkin akan berusaha membalas kematiannya. Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan serupa setelah Osama bin Laden tewas di Pakistan.

Yaman menghadapi kekacauan politik akibat meningkatnya aksi demonstrasi anti pemerintah yang menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh mundur. jurubicara pemerintah Yaman hari Sabtu mengatakan 1.480 orang telah tewas tahun ini akibat bentrokan terkait kerusuhan anti pemerintah. (VoA | Foto demo di Yaman oleh André-Pierre du Plessis)