Peningkatan Kekuatan Militer RI Sudah Khawatirkan Negara Lain

maiwanews – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kekuatan militer Indonesia menyusul upaya peningkatan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), sudah banyak mengkhawatirkan  negara lain.

“(Kekuatan militer) kita sudah banyak mengkhawatirkan negara lain,” kata Menhan dalam acara silaturrahmi dengan pemimpin redaksi media massa di Gedung Jenderal TNI M Yusuf, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 17 Januari 2012.

Kekuatan yang dimaksud Menhan adalah 100 batalyon lebih atau batalyon infantri terbesar se-ASEAN yang dimiliki TNI AD, kapal perang jenis frigat yang dimiliki TNI AL, dan dua skuadron Sukhoi yang akan dimiliki TNI AU.

Ditambahkan Purnomo, saat ini Kemenhan juga sedang mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yakni membangun Kapal Cepat Rudal 40 yang panjangnya 60 meter. Kapal tersebut katanya, mampu menggendong 120 rudal dengan radius tembak yang cukup luas.

Peningkatan kekuatan militer yang signifikan itu terwujud kata Purnomo, karena Kementerian yang dipimpinnya selama tahun 2009-2014 didukung oleh anggaran sebesar Rp 150 triliun. Uang untuk alutsista itu terdiri dari Rp 50 triliun untuk pengadaan, Rp 45 triliun untuk perawatan, dan Rp 50 triliun untuk produksi dalam negeri.

Namun begitu Menhan mengatakan, kekhawatiran negara lain tersebut sebenarnya tidak pas. Alasannya, pembangunan kekuatan militer Indonesia sama seperti yang dilakukan China, yakni karena pertumbuhan ekonomi dan pembangunan teknologi yang semakin membaik.

Dengan pertumbuhan ekonomi lanjutnya, berarti akan diikuti dengan pembangunan kesejahteraan. Sementara dalam waktu yang bersamaan, pembangunan kesejahteraan akan selalu diikuti dengan pembangunan keamanan.

Purnomo menegaskan, penguatan alutsista yang terus dilakukan pemerintah saat ini tujuannya adalah untuk menjaga kedaulatan negara kita. Purnomo mencontohkan saat pesawat Sukhoi TNI AU menghimpit pesawat Wakil Perdana Menteri Papua Nugini. Hal itu dilakukan karena memang pesawat mereka itu tidak mempunyai clearance.