maiwanews – Mengikuti seruan Israel di AS untuk memperkuat tekanan terhadap program energi nuklir Iran, para pejabat Pentagon telah mengumumkan persiapan untuk pengisian bahan bakar udara dari pesawat Tel Aviv jika negara itu menyerang Iran.
“Mulai dipersiapkan opsi militer dengan memberikan pesawat pengisian bahan untuk pesawat Israel jika menyerang dan menjatuhkan pilar rezim ulama (Iran),” kata pejabat Pentagon yang tidak bersedia disebutkan namanya, Kamis (1/2).
Seperti dikutip Press TV dari DEBKAfile, para pejabat itu mengatakan, yang akan menjadi sasaran serangan adalah Korps Pengawal Revolusi Islam dan Angkatan elit Qods, pangkalan militer dan Departemen Intelijen dan Keamanan Iran.
Pernyataan para pejaba tersebut merupakan referensi publik yang digunakan Washington sebagai alasan untuk kemungkinan melakukan aksi militer bersama dengan Israel terhadap Iran.
Sebuah laporan Wall Street Journal mengungkapkan pada hari Selasa bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Tel Aviv lainnya telah menempatkan Presiden AS Barack Obama di bawah tekanan untuk mengadopsi kebijakan yang lebih agresif mengenai program energi nuklir Iran.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada tanggal 5 Maret akan mendatang, Netanyahu diperkirakan akan mendesak Obama untuk menerapkan ancaman yang lebih eksplisit berupa tindakan militer terhadap Teheran.
“Semua pilihan di atas meja”, jika Iran menolak untuk menghentikan program energi nuklirnya setelah sanksi yang lebih keras dijatuhkan.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak juga telah melakukan perjalanan ke Washington guna membahas cara-cara untuk mendekati Iran dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta, Rabu.
Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Iran berambisi pembuat program nuklir untuk tujuan militer. Tuduhan itu dijadikan dalih dalih untuk menjatuhkan sanksi internasional secara sepihak terhadap Republik Islam termasuk menyerukan untuk melakukan serangan militer terhadap Teheran.
Namun Iran telah berulang kali membantah tuduhan Barat itu, dengan mengatakan bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), itu berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
India-Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Radmila Shekerinska Hadiri Seremoni Pusat Divisi Multinasional NATO di Hungaria









