Endang: Kanker Adalah Anugerah dari Allah SWT

maiwanews – Hari ini, jenazah Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Endang Rahayu Sedyaningsih dimakamkan di pemakaman San Diego Hills Karawang, Jawa Barat dengan upacara militer. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman.

SBY dalam pidatonya mengajak rakyat mendoakan almarhumah Endang agar diampuni segala dosa dan kekhilafannya, dan segala amal ibadahnya, diterima oleh Allah SWT. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberi ketabahan, kesabaran, dan ketegaran serta dapat menerima kepergian Almarhumah dengan penuh keikhlasan.

SBY juga secara khusus menyatakan terkesan dengan tulisan yang dibuat almarhumah sebagai kata pengantar buku berjudul Berdamai Dengan Kanker. SBY mengaku sebelumnya menyempatkan diri membaca kata pengantar tersebut yang banyak dimuat di sosial media.

Berikut kata-kata Endang yang kembali dibacakan SBY sebagai berikut:

Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker
Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu
Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya

Tetapi saya tidak bertanya, “Why me?”

Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT

Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini:
Hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua.

Hidup saya penuh dengan kebahagiaan

So …. Why not?
Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru?

Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya, Insya Allah
Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik

Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah
Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur
Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri
Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini
Kita lakukan dengan sepenuh hati

Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi
Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.