BOJONEGORO – Lahan pertanian padi milik Gamijan, 45, warga Dusun Gampeng, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, tak jauh dari area pengeboran minyak di Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil sejak Sabtu (3/4) lalu amblas diperkirakan sedalam berpuluh meter dan berdiameter 4 meter. Dari amblasnya tanah di lahan padi itu mirip terowongan dan berbau tidak sedap.
Di lokasi nampak berjubel warga berdatangan untuk ingin melihat langsung peristiwa yang kali pertamanya terjadi didesanya, titik ambles itu hanya berjarak sekitar 3 Km dari kawasan produksi minyak Lapangan Alas Tuwo Barat milik ExxonMobil.
“Kami belum tahu kedalaman dari amblesnya tanah, tapi dari galah bambu sepanjang tujuh meteran yang kami masukkan sudah menyentuh dasar terowongan, kami lihat lagi kearah bawah, ternyata terowongan berbelok kearah utara. Kami belum tahu peristiwa apa ini namanya, “ kata Sekretaris Desa (Sekdes) Butoh, Mathur, di lokasi.
Menurut Mathur, dari cerita pemilik tanah, terjadinya ambles saat hujan deras dalam tiga hari belakangan ini. Awalnya hanya menyerupai wajan kompor, namun tidak lama kemudian diameternya berubah menjadi besar dan berlubang hingga menyerupai terowongan.
Amblasnya tanah juga menyebabkan tanaman padi yang akan dipanen turut larut dalam terowongan. Diperkirakan lobang terowongan berdalam puluhan meter itu terbukti saat hujan deras berlangsung, airnya tidak tergenang didalam ruang dinding terowongan, melainkan air masuk kedalam terowongan.
Sebagian warga lainnya menuturkan di desanya pada Tahun 1990 pernah dilakukan pencarian sumber minyak oleh Humpuss milik Tommy Suharto. Namun pencarian itu tidak berada di tanah yang kini mengalami ambles. “Bisa jadi, ini akibat pencarian sumber minyak. Tapi tidak biasanya pencarian sumber minyak menyebabkan tanah ambles seperti ini, “ tutur Yudhi, 40, warga setempat.
Dia menunjukkan tanah bekas pencarian sumber minyak, yakni berjarak sekitar 500 meter dari lokasi tanh ambles. Tanah bekas pencarian sumber minyak itu tidak berlobang maupun mengalami ambles. Selain warga desa setempat, puluhan warga dari desa tetangga juga berdatangan untuk melihat tanah yang ambles, sebagian dari mereka menyatakan ada peristiwa ajaib di lahan padi.
Kalangan tokoh masyarakat desa setempat juga mengkhawatirkan terjadi musibah yang tidak diinginkan dari tanah yang ambles di desanya. “Kalau kejadian ini menyebabkan warga disini sejahtera dengan barangkali ada minyak di tanah yang ambles adalah barokah, tapi kalau tidak. Kami pun minta pihak terkiat untuk mengatasi masalah ini, “ ujar Sasongko, 40.
Camat Ngasem, Bambang Waluyo, yang dihubungi Senin (5/4) membenarkan terjadinya tanah amblas di wilayah kerjanya. “Kami belum tahu kejadian apa ini, tapi kami sudah mengecek untuk dapat menyimpulkan yang sebenarnya atas amblesnya tanah yang terjadi di Desa Butoh ini, paling tidak kami tanyakan kepada pihak yang ngerti, “ katanya. Untuk menjaga keselamatan warga, pemerintah desa setempat membuat pagar dari bambu yang dipasang di sekeliling amblasnya tanah.
India-Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
Porsche Tennis Grand Prix: 4 Petennis Top Jerman dapat Kartu Bebas
AS Siap Bangun Sistem Pertahanan Rudal 'Kubah Emas'
Rusia-Iran Teken Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif
Polda Sumbar Mulai Operasi Pemberantasan Tambang Ilegal di Solok Selatan









