maiwanews – Pabrikan pesawat Sukhoi dari Rusia siap memproduksi pesawat tanpa awak (Unmanned aerial Vehicles/UAV) atau drone, jenis serbu. Drone penyerang ini memiliki berat setidaknya 20 ton, rencananya mulai diproduksi tahun 2016, saat ini sedang dilakukan pengembangan.
Sukhoi mengembangkan pesawat tanpa awak dengan didasarkan pada solusi teknis dari generasi kelima pesawat temput T-50. Pengerjaan pesawat tanpa awak ini dilakukan atas kerjasama dengan beberapa perusahaan, diantaranya Sokol dan Transas.
Sokol dengan pengalamannya akan menyelesaikan pembuatan pesaat tanpa awak dengan bobot kurang dari 5 ton pada 2015-2016. Sementara Transas telah berpengalaman dalam pembuatan drone sejak 2011.
Mengutip pernyataan para ahli, Pavda melaporkan bahwa Rusia memiliki potensi untuk membuat pesawat tanpa awak tercanggih, tapi masih ada beberapa kendala untuk mewujudkan hal tersebut. Wakil Presiden Russian Academy of Geopolitical Issues Vladimir Anokhin mengatakan Rusia tidak ketinggalan dalam teknologi drone, dari sudut pandang teori, teknik, dan ide desain, Rusia tidak menempati urutan terakhir di dunia.
Menaggapi pertanyaan tentang tujuan Sukhoi membuat drone, Vladimir Anokhin mengatakan bahwa proyek itu paralel dengan program drone serbu milik Amerika Serikat, diciptakan untuk melakukan serangan ke beberapa target baik sasaran diam atau bergerak, baik di darat maupun di laut.
Vladimir Anokhin yakin teknologi drone merupakan peluang untuk mengembangkan kemampuan angkatan udara dan penerbangan secara keseluruhan. Drone dapat dikirim ke lokasi perang untuk melakukan eksplorasi dan pengamatan rutin tanpa membahayakan nyawa manusia. (R19 | Gambar Ilsutrasi: UAV AS by Lt Col Leslie Pratt)









