maiwanews – Spetsnaz merupakan pasukan khusus (elit) Rusia, singkatan (akronim) dari Spetsialnogo Naznacheniya. Mereka bisa berada di barisan terdepan atau juga barisan belakang (paling akhir) dalam mempertahankan negara menghadapi berbagai ancaman terhadap keamanan nasional. Dibutuhkan darah, keringat, dan pengalaman selama bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan baret merah Spetsnaz. Latihan rutin Spetsnaz terlihat seperti adegan film Hollywood, tapi ini benar-benar nyata.
Taktik dan tehnik pasukan bernama Spetsnaz mengalami perubahan sesuai dengan kondisi dan tantangan pada periode berjalan. Tapi pada setiap titik waktu pasukan khusus ini selalu menjadi representasi pasukan elit Angkatan Darat (AD). Pada abad 21 mereka berada di garis terdepan melawan teror.
Bagi tentara berusia muda pada unit pasukan khusus Rusia menjalani berbagai latihan seperti pengepungan, penyanderaan, dan berbagai situasi rumit lainnya meski belum diterjunkan langsung pada situasi sesungguhnya. Hari demi hari mereka dilatih bagaimana bertindak jika berhadapan dengan musuh. Pelatihan-pelatihan Spetsnaz melelahkan baik fisik maupun mental.
Semua tentara muda pertama kali masuk Spetsnaz dalam rangka wajib militer, setelah masa wajib militer selesai, mereka diberi pilihan untuk melanjutkan sebagai bagian dari elit Spetsnaz.
Menghadapi ketakutan pada diri sendiri merupakan hal tersulit, pada Januari 2011 pelatihan ini ditangani oleh Letnan Kolonel (Letkol) Andrey Furaev. Ia mengatakan banyak olahragawan datang dan mengalami kegagalan, hanya sekitar 20 persen diantara mereka berhasil membuktikan bahwa mereka berhak menjadi bagian dari pasukan elit Spetsnaz. Menurut Letkol Furaev (Russia Today), prajurit sejati Spetsnaz merupakan perpaduan antara ketahanan fisik dan kematangan emosional.
Melawan kegiatan terorisme merupakan spesialisasi Spetsnaz, namun mereka bisa saja ditugaskan jika negara berada dalam kondisi darurat dan situasi mengancam keamanan dan keselamatan negara.
Spetsnaz tidak hanya beranggotakan kaum pria, 21 September 2013 Russia Today memberitakan keterlibatan perempuan dalam latihan menjadi anggota Spetsnaz. Pada tahap terakhir dari 6 minggu pelatihan, sekitar 35 orang perempuan ikut serta dalam pelatihan di pusat pelatihan di Rusia Selatan. Para wanita mempertajam keahlian dan keterampilan menghadapi serangan senjata kimia dan biologi serta perang gerilya di hutan. Mereka juga belajar menghadapi pertarungan tangan kosong, perang konvensional, dan menghancurkan kendaraan lapis baja musuh. Sejak awal 2013, lebih dari 600 tentara, termasuk sekitar 150 orang diantaranya adalah perempuan, telah menyelesaikan program pelatihan dan resmi menjadi anggota Spetsnaz.
Pada tahun 1970-an (Special Operations) saat Perang Dingin sedang mencapai puncaknya antara blok Barat (dimotori Amerika Serikat) dengan blok Timur (dimotori oleh Uni Soviet), Spetsnaz sangat diperhitungkan baik kawan maupun lawan. Dewasa ini, meski perang dingin telah berakhir dan Uni Soviet mengalami keruntuhan, Spetsnaz masih sangat diperhitungkan dan kini menjadi bagian dari militer Rusia.
Pada tanggal 2 Agustus 1930, detasemen kecil pasukan komando ditugaskan di wilayah Voronezh untuk melaksanakan operasi di belakang garis musuh. militera.lib.ru menyebutkan tanggal itulah secara resmi pasukan udara Soviet lahir, tanggal itu juga dikatakan menandai lahirnya Spetsnez. (Foto/Gambar Ilustrasi: Pasukan Spetsnaz oleh A. Solomonov)









