maiwanews – Dalam rangka proses pemenuhan Kekuatan Pokok Minimum atau MEF/Minimum Essential Force, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) terus melakukan pengembagan organisasi dan pembangunan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pada pengadaan alutsista itu, TNI-AL senantiasa mengedepankan pemanfaatan industri dalam negeri, agar dapat memberikan dampak positif untuk mewujudkan kemajuan dan kemandirian alutsista nasional.
Hal itu dismpaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio dalam sambutannya dalam upacara Parade dan Defile Peringatan Hari Armada RI Tahun 2013 di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Kamis (5/12/2013).
Dicontohkan Kasal, saat ini PT. PAL Indonesia yang terletak di Surabaya, dipercayakan membuat sebuah Kapal Selam Diesel Electric dari tiga kapal selam sejenis yang dipesan TNI-AL untuk tahun 2013. Dua kapal selam lainnya kata Kasal, dibuat di luar negeri.
“TNI-AL sedang membangun alutsista dari luar negeri, yaitu 3 unit Kapal Selam Diesel Electric dimana Kapal Selam ke tiga akan dibangun di Galangan PT. PAL Indonesia,” ujar Kasal seperti disampaikan Dispenarmatim, Kamis (5/12/2013).
Selain kapal selam kata Kasal, TNI-AL juga memesan alutsista buatan dalam negeri berupa 3 Unit Kapal Patroli 43 meter, 3 Unit Kapal Cepat Rudal 60 meter, 2 Unit Kapal Bantu Cair Minyak, 1 Unit Trimaran, 3 Unit KCR 40 meter, 3 Unit Kapal Angkut Tank, 2 Unit Pesud CN-235 MPA, 11 Unit Heli AKS, 3 Unit Heli Angkut dan 4 Unit Pesawat Latih.
Sementara dari luar negeri, TNI-AL juga diperkuat 3 Kapal Multi Role Light Fregate (MRLF), 2 unit Kapal PKR, 2 unit Kapal Bantu Hidro Oceanografi (BHO), 1 unit Kapal Latih, 37 Unit Tank Amfibi BMP-3F dan 5 Unit BTR-4.
.









