Dibantu Korsel, PT PAL Buat 10 Kapal Selam Untuk TNI-AL

maiwanews – PT PAL Indonesia akan mengembangkan dan memproduksi sebanyak 10 buah kapal selam dari 12 buah yang dipesan pemerintah untuk TNI-AL dalam rangka memenuhi kebutuhan standar Minimum Essential Force (MEF) pertahanan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin. Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin,” kata TB Hasanuddin di gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (17/2/2014).

Pembuatan kapal selam tersebut menurut TB Hasanuddin, merupakan bagian dari pengalihan teknologi atau transfer of technology (ToT) oleh perusahaan dari Korea Selatan, Daewoo ke PT PAL Indonesia.

Dua kapal selam lainnya diproduksi di Daewoo Shipbuilding Marine Enginologi ini eering, Korea. Kedua kapal selam ini ditargetkan tiba ke Tanah Air secara bertahap paling cepat tahun 2016 dan 2017.

Dijelaskan TB Hasanuddin, kerjasama ini bisa menjadi batu loncatan dalam rangka perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Bahkan jika perlu, PT PAL bisa mengembangkan varian baru sekaligus menjual kapal selam buatan sendiri ke luar negeri.

Membuat kapal selam ini merupakan pengalaman pertama pagi PT PAL, setelah sebelumnya perusahaan yang berdomisili di Surabaya ini dipercaya meng-overhaul (merakit) dua kapal selam KRI Cakra dan KRI Nanggala milik TNI-AL.

Program kerjasama ini dimungkinkan terjadi dengan program pemerintah yang mengucurkan anggaran melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pembangunan kapal sebesar US$250 juta. Anggaran sebesar itu tidak hanya untuk membangun kelengkapan militer, tetapi juga doking untuk kapal militer.

Mengingat selama ini, untuk melakukan overhoul kapal selam milik TNI-AL setiap lima tahun sekali, terpaksa harus dilakukan di Korea meski dengan biaya yang cukup besar.

Sebelumnya, PT PAL Indonesia juga telah ditunjuk Kementerian Pertahanan membangun kapal militer yang bekerjasama dengan Belanda dan Korea. Kerjasama membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) dengan Belanda telah selesai dilakukan.

BERITA LAINNYA

.