maiwanews – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dikukuhkan sebagai warga kehormatan kapal selam TNI AL, KRI Nenggala 402.
Upacara penyematan brevet “Hiu Kencana” dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio di dalam KRI Nanggala-402 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, Selasa (9/12/2014).
Sebelum dinyatakan sebagai warga kehormatan Hiu Kencana, Menhan mendapat penjelasan Komanndan KRI Nanggala-402 yang dikomandani Letkol Laut (P) Hari Setyawan, S.E., tentang alat peralatan yang dimiliki KRI Nenggala antara lain navigasi, persenjataan, dan cara mendeteksi mengidentifikasi dan mengunci posisi kapal lawan melalui periskop.
Usai menerima penyematan brevet “Hiu Kencana”, Ryamizard Ryacudu meengaku bangga. “Saya bangga, sebagai seorang prajurit saya harus bangga menyandang kehormatan ini”, kata Ryamizard seperti disampaikan Dispenal Mabesal, Selasa (9/12/2014).
Hingga saat ini, Ryamizard merupakan pejabat ke-139 secara resmi dikukuhkan menjadi warga kehormatan dari Satuan Kapal Selam (Satsel) TNI AL.
Sebelumnya pada 5 Desember 2014 lalu, Satsel TNI AL juga mengangkat Menko Kemaritiman D. Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menjadi warga kehormatan kapal selam, dengan melaksanakan upacara penyematan brevet “Hiu Kencana” di dalam KRI Nanggala-402 yang sedang berlayar di Perairan Selat Madura.
Untuk diketahui, kapal selam merupakan alutsista andalan bagi sebagian besar angkatan laut negara di seluruh dunia, khususnya negara yang mempunyai perairan laut dan memiliki kepentingan terhadap akses dan pengendalian maritim. Kepemilikan kapal selam oleh satu negara sangat bernilai strategis, baik di masa perang maupun damai.
Untuk kepentingan perang, kapal selam memiliki kemampuan menghindari deteksi serta menyerang secara senyap untuk menghancurkan armada musuh. Alutsista ini juga dapat menyusup ke garis pertahanan dan memutuskan garis perhubungan laut lawan.
Sementara pada masa damai, kehadiran kapal selam akan memberikan dampak penangkalan (deterrence effect). Hal ini menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi tawar (bargaining position) negara terhadap negara lain.
KRI Nanggala-402 yang merupakan Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur, memiliki berat selam 1,395 ton, dengan dimensi panjang 59,5 meter x lebar 6,3 meter x tinggi 5,5 meter. Kapal selam ini menggunakan mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4.600 SHP, sehingga sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot.
Dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia, tanggal 8 April hingga 2 Mei 2004 lalu, KRI Nanggala-402 berhasil menunjukkan kemampuannya menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan Torpedo SUT.
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Plh Sekda Makassar Buka Musrenbang Kecamatan Wajo Tahun Anggaran 2025
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
Firman Hamid Pagarra Terima Perwakilan Komunitas Vespa Lingu Makassar
Danny Pomanto, Sukses Antar Makassar Jadi Kota Sehat ASIA Tenggara 2024









