TNI AD: Keutuhan NKRI Hadapi Ancaman Serius Berupa “Proxy War”

kolonel-wuryanto-kadispenadmaiwanews – Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menghadapi ancaman serius dari apa yang disebut Proxy War baik di masa kini maupu masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Wuryanto, S.Sos, M.Si pada acara silaturahmi Kadispenad dengan Wartawan Liputan TNI AD di Media Center, Dispenad, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Proxy War merupakan perang dimana satu pihak menggunakan pihak ketiga dengan menyerang berbagai aspek kehidupan baik secara Politik, Ekonomi, Sosbud dan Hankam serta bidang lainnya,” kata Kolonel Wuryanto, dalam keterangan pernya, Kamis (1/1/2015).

Dalam Proxy War kata Wuryanto, tidak bisa dilihat siapa lawan dan siapa kawan. Oleh karena perang ini dilakukan oleh non state (bukan negara) kata dia, peran media massa sangat strategis dalam menghadapi ancaman perang tersebut.

Menghadapi perang ini, Wuryanto mengungkapkan, peran media sangat menentukan untuk menjaga tetap utuhnya NKRI melalui andilnya dalam memberikan informasi melalui tulisan dan kata-kata yang mendorong semangat dan rasa nasionalisme kepada mayarakat, khususnya generasi muda.

Media lanjut Kolonel Wuryanto, bisa juga berperan menjadi alat pemersatu bangsa dengan mengajak para generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan bangsa yang lebih baik.

Indonesia yang terletak di khatulistiwa jelas Wuryanto, merupakan negara kaya yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sumber daya manusia (SDM) yang besar, memiliki ekonomi yang kuat.

Wuryanto mempertanyakan kemampuan kita sebagai bangsa menjaga SDA ini di masa mendatang, mengingat kebutuhan akan SDA khususnya energi semakin besar seiring dengan pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat.

Faktanya kata Wuryanto, banyak negara asing yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia, membuat Indonesia menjadi sasaran dari negara-negara yang kurang memiliki SDA untuk menguras kekayaan alam dari Indonesia. Akibatnya, ketenteraman masyarakat selalu diusik dengan beragam gejolak yang mengarah ke instabilitas sosial ekonomi.

Wuryanto mencontohkan pisahnya Timor Timur dari Indonesia yang tidak lepas dari kepentingan penguasaan energi minyak di daerah tersebut yang diperparah dengan adanya demo buruh yang terus menerus meminta tuntutan dengan cara intimidasi.

BERITA LAINNYA

.