maiwanews – Di balik upaya pengungkapan identitas mayat korban jatuhnya pesawat pada Minggu (28/12/2015) lalu, polsi menyampaikan cerita menarik soal telepon misterius dari nomor milik penumpang AirAsia QZ8501.
Ketua Tim DVI Jatim dan Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budiono mengatakan, salah satu keluarga telah dihubungi oleh handphone (HP) milik salah satu kerabatnya yang menjadi korban pesawat AirAsia.
“Kemarin ada salah satu keluarga penumpang yang merasa dihubungi oleh handphone yang dibawa penumpang yang menjadi korban (jatuhnya AirAsia),” kata Budiono dalam jumpa pers di Posko Crisis Center Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (10/1/2015).
Budiono menceritakan, saat nomor HP korban menghubungi keluarga, beberapa orang termasuk dari pihak AirAsia yang memang sebelumnya sudah diajak koordinasi, ikut menyaksikan. Namun kata dia, saat akan diterima koneksi mati, lalu dicoba ditelpon lagi tapi tidak bisa.
Menurut Budiono, Tim DVI yang mendapat laporan itu langsung bekerjasama dengan Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan mulai provider selular hingga meminta bantuan kepada Densus 88 AntiTeror.
Bahkan kata Budiono lagi, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan juga ikut turun tangan dengan meminta bantuan Menkominfo agar turut membantu melakukan pemyelidikan.
Sayangnya lanjut Budiono, setelah dilakukan klarifikasi dan penyeldikan, nomor tersebut tidak te-record. Hasil penyelidikan pada saat tanggal keberangkatan AirAsia QZ8501 Minggu (28/112/2014) pagi hari sambung Budiono, diketahui bahwa nomor telepon itu memang sudah tidak aktif dan tidak ada aktifitas komunikasi sejak keberangkatan.
Korlantas Polri Gandeng Komunitas Jeep Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
Formula E, Pascal Wehrlein di Baris Terdepan pada Jeddah E-Prix
Jelang Nataru, Polri Siapkan 2.794 Posko untuk Pengamanan
Meriahkan Natal, 'Polisi Santa' Hadir di Jayapura
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Dianugerahi Penghargaan Anubhawa Sasana Desa dari Menteri Hukum dan HAM









