maiwanews – Pengajuan anggaran militer Jepang sebesar US$ 42 miliar mendapat lampu hijau dari kabinet pemerintahan PM (Perdana Menteri) Shinzo Abe. Namun masih menunggu persetujuan parlemen, di mana koalisi pemerintah pimpinan PM Abe memiliki suara mayoritas. Jika disetujui, militer Jepang bisa menggunakan dana tersebut bulan April.
Anggaran belanja militer Jepang mencakup kendaraan amfibi, pesawat tanpa awak (drone), jet tempur, dan kapal selam. Pembelian terutama dari Amerika Serikat dan buatan dalam negeri. Demikian dilaporkan Russia Today Rabu 14 Januari 2015.
Tokyo berniat membeli enam jet tempur siluman F-35A generasi kelima. Satu unit pesawat canggih itu dilaporkan seharga US$ 148.000.000. Selain itu Jepang juga akan membeli lima Bell Boeing V-22 Osprey buatan Amerika Serikat, diperkirakan seharga US$ 68.000.000 per unit. Pasukan bela diri Jepang juga akan mendapat tambahan peralatan militer buatan Amerika Serikat, pesawat tak berawak Global Hawk. Diperkirakan harganya US$100 juta per unit.
Daftar belanja kementerian pertahanan Jepang juga termasuk 20 Kawasaki P-1, pesawat patroli maritim buatan lokal. Alat militer jenis ini sudah digunakan pasukan bela diri.
Tokyo meningkatkan anggaran belanja militer seiring naiknya tensi dengan Cina terkait wilayah Laut Cina Selatan. Jepang juga mewaspadai militer Korea Utara, sebagian besar pulau Jepang berada dalam jangkauan rudal Rodonf milik Korea Utara.
Militer Cina mengalami peningkatan pesat, selama dekade anggaran pertahana Cina naik empat kali lipat (132 miliar USD). Selain itu Cina berhasil menyusul Jepang sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Agustus 2014 lalu Kementerian Pertahanan Jepang telah meminta kenaikan belanja sebesar 3,5 persen menjadi 48,7 miliar dolar AS. (m013)









