maiwanews – Dalam rangka memelihara keterampilan, kemampuan dan profesionalisme serta kesiapsiagaan operasional mengatasi terorisme beraspek laut, pasukan khusus anti teror Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut mengikuti latihan penanggulangan teror di kapal milik Pertamina Plaju, Palembang, Sabtu (21/3/2015).
Dalam skenario latihan, Panglima TNI membentuk satuan operasi setelah menerima laporan adanya kelompok teroris yang melakukan penyanderaan. Melalui operasi yang diberi sandi ‘Satgas Gurita’, sebanyak 25 personil Denjaka yang didukung unsur lain dari TNI-AL, berhasil melumpuhkan para teroris yang menggunakan 4 pucuk SS-1, 6 pucuk AK dan 5 pucuk Uzi serta sejumlah bahan peledak.
Selain Denjaka, latihan diikuti personil TNI AL lainnya baik Marinir, ABK KRI, Crew Pesawat Udara, Lanal Palembang yang seluruhnya berjumlah 340 personil dan didukung 3 KRI, 2 pesawat Cassa CN 212, 1 helikopter, Sea Rider, 10 Perahu Karet, 12 KAL Combat Boat, serta 3 Tank LVT-A1 dan 3 Tank BMP-3F.
Dinas Penerangan TNI-AL (Dispenal) Sabtu (21/3/2015) menyebutkan, tema latihan kali ini adalah, “Melalui Latihan Satuan Tugas Operasi Khusus Denjaka TNI AL TA 2014, Satuan Tugas Operasi Khusus siap menangkal dan menghadapi ancaman yang timbul di wilayah perairan yurisdiksi nasional dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI.”
Latihan menggunakan metode geladi lapangan dan sifat satu pihak dikendalikan dengan pengembangan latihan pada teknik dan taktik pembebasan sandera, teknik dan taktik infiltrasi darat, laut dan udara, teknik menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat, teknik dan taktik perebutan cepat, teknik dan taktik pembebasan tawanan/sandera, teknik penjinakan bahan peledak, teknik eksfiltrasi, teknik dan taktik prosedur evakuasi dan prosedur pimpinan pasukan.
Melalui latihan ini, juga diharapkan terwujud kemampuan dan profesionalisme Denjaka dalam penanganan kasus sesuai dengan tugas pokok, termasuk mengasah kesiapsiagaan operasional pasukan khusus kebanggan Indonesia ini dalam menghadapi kemungkinan kontijensi dari ancaman terorisme.
Sebagai salah satu pasukan khusus yang dimiliki TNI, Denjaka terdiri dari gabungan personel pasukan khusus TNI AL Kopaska dan Taifib Korps Marinir. Denjaka dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan anti teror dan anti sabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.
Latihan disaksikan Kasal Laksamana Ade Supandi, Asops Panglima TNI Mayjen Indra Hidayat, Aspam Kasal Laksda Agus Heryana, Komandan Korps Marinir Mayjen A. Faridz Washington, Pangarmabar Laksda A. Taufiq R., Pangdam II Sriwijaya Mayjen Iskandar M.S., Kapolda Sumsel Irjen Iza Fadri, Waasops Kasal Laksma Didik Wahyudi, Danpasmar-1 Brigjen Kasirun Situmorang, Danpasmar-2 Brigjen R.M. Trusono, Danguskamla Armabar Laksma Abdul Rasyid Kacong, Danguspurla Armabar Laksma T.S.N.B. Hutabarat, Danlantamal III Laksma Aguk Dwi Wahyu, Wakapuspen TNI Laksma Petrus Padmardjo, serta pejabat dari Mabes TNI, Mabesal, Korps Marinir, Pertamina serta Pemda Sumsel.
Dalam Latkasus Denjaka 2014 yang dipimpin langsung oleh Komandan Denjaka Kolonel Marinir Nur Alamsyah ini, diikuti beberapa tim yaitu Pokko, Combat Free Fall (CFF), Rubber Duck Operation (RDO), Advance, Fastrope dan tim Sea Rider.
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Kasal TNI AL tinjau Program Ketahanan Pangan di Takallar
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Kemlu Temukan 5.111 Kasus Penipuan Daring Libatkan WNI
Dinas Kesehatan Kota Makassar Terima Penghargaan Penyelenggara Kesehatan Haji Terbaik 2024









