Militer AS Konvoi di Negara Tetangga Rusia di Eropa Timur

ben hodges dan george nortonmaiwanews – Kendaraan militer Amerika Serikat (AS), sebagian besar IAV Stryker APC, melakukan konvoi melalui Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Republik Ceko menuju Jerman. Parade militer Amerika melalui negara tetangga Rusia merupakan aksi simbolis unjuk kekuatan (show of force) dan solidaritas negara sekutu di wilayah Eropa Timur.

Operasi “Dragoon Ride” dimulai Sabtu 21 Maret di Polandia, Lithuania, dan Estonia. Resimen Kaveleri kedua Angkatan Darat Amerika akan tiba pada posisi sekitar 1.100 kilometer ke Vilseck Jerman pada tanggal 1 April mendatang. Selain kaveleri, tentara dari skuadron ketiga juga akan berpartisipasi. Sebelum manuver militer dilaksanakan, Letnan Jenderal Ben Hodges, panglima AD Amerika Eropa, mengatakan tujuan parade militer tersebut untuk meyakinkan negara-negara sekutu di wilayah Eropa Timur tentang keberadaan mereka.

Kendaraan militer Stryker Amerika biasanya diangkut dengan kereta api, tetapi keputusan untuk melakukan konvoi secara terbuka ke Jerman dimaksudkan untuk menunjukkan adanya kekuatan Amerika dan NATO di wilayah tersebut. “Anda mendengar presiden kami mengatakan dengan sangat jelas, kami akan membela sekutu kami, Lithuania, Latvia, Estonia, dan Polandia”, kata Jenderal Hodges. Langkah ini telah dikoordinasikan dengan enam pemerintah negara Eropa yang wilayahnya akan dilalui lebih dari 120 buah mesin perang Amerika.

Manuver Amerika menuai kritik daei para aktivis. Media lokal Ceko mengabarkan pemerintah mereka menginstruksikan militernya untuk melindungi konvoi militer Amerika karena khawatir aksi protes yang bisa menimbulkan provokasi. Komunis Ceko menyebutkan konvoi akan menyebabkan kemacetan dan mengganggu penduduk setempat. “Kami menghadapi pertanyaan tentang sejauh mana jalanan kita akan rusak”, kata Menteri Pertahanan Martin Stropnicky kepada televisi Ceko.

Operasi “Dragoon Ride” selain unjuk kekuatan, juga menjadi ajang untuk menguji manuver militer Amerika dekat perbatasan Rusia. Jenderal Hodges mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin peralatan tempur dan pasukannya bisa bergerak ke manapun ia inginkan. (m013/RT | Foto Ilustrasi Ben Hodges kanan dan George Norton kiri by British Army Warrant Officer 2 Ian Houlding from DoD)