
Saat penyematan baret dan brevet, Panglima Moeldoko didampingi seperti Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI AdeSupandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna.
Saat tiba di lapangan utama Mabes TNI Cilangkap, Presiden Jokowi disambut Panglima Moeldoko. Menggunakan panser amfibi marinir, Presiden Jokowi menuju lapangan upacara dengan pengawalan sejumlah leopard.
Presiden Jokowi didampingi antara lain Menteri Pertahanan Ryarmirzad Ryacudu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto, Ketua DPR-RI Setya Novanto, dan Ketua DPD-RI Irman Gusman.
Upacara penyematan baret dan brevet sebagai tanda masuknya Presiden Jokowi sebagai anggota kehormatan pasukan khusus TNI sekaligus dirangkai dengan Apel Kebesaran TNI. Sebanyak 6.450 personel TNI terlibat dalam acara tersebut, masing-masing terdiri dari 750 personel Mabes TNI, 2.100 personel TNI AD, 2.500 personel TNI AL, dan 1.550 personel TNI AU.
Selain prajurit TNI, acara juga dilengkapi dengan keberadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), di antaranya adalah 2 unit MBT Leopard 2A7, 2 unit Panser Tarantulan Canon, 2 unit Panser Intai Komando, 2 pucuk Rudal Grom TNI AD, 2 pucuk Meriam-155 MM KH 179 TNI AD, 2 unit BMP 3F Marinir, 2 unit Roket RM-70 Grad, dan 2 unit Panser APS Anoa 6X6.
Upacara diawali dengan atraksi lima penerjun TNI AD, 5 dari TNI AL, dan 20 dari Paskas TNI AU. Mereka mendarat langsung di lapangan upacara mengawal baret untuk kemudian disematkan kepada Presiden Jokowi.
Seusai menghadiri upacara penerimaan brevet TNI, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Bandung, Jawa Barat, untuk melakukan inspeksi persiapan peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). (m011/Setkab)









