maiwanews – Operasi gabungan Search And Rescue (SAR) Trigana Air PK-YRN yang berpusat di Base Ops Lanud Jayapura di Bandara Sentani, secara resmi ditutup Kabasarnas pada Jumat (21/8/2015) pagi.
Kabasarnas Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo kerjasama solid yang jadi kunci keberhasilan tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban pesawat PK-YRN.
Soelistyo mengatakan, dalam proses pencarian dan evakuasi yang melibatkan prajurit TNI, Polri, anggota Basarnas, warga setempat, dan unsur Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Provinsi Papua, terlihat kerjasama yang sangat solid dan manajemen operasional yang sangat efektif.
“Yang nampak kali ini kerja sama yang solid dan manajemen operasional yang sangat efektif,” ungkap jenderal berbintang tiga ini di Base Ops Lanud Jayapura.
Berkat kerjasama solid itu kata Soelistyo, pesawat Trigana Air PK-YRN yang mengalami kecelakaan pada Minggu (16/8/2015) sore, di daerah perbukitan pada ketinggian 8.300 kaki diantara Distrik Oksop dan Distrik Seram Bakon, Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dapat segera ditemukan.
Bahkan dengan kendala kondisi hutan Papua dan cuaca ekstrem sambung Soelistyo, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi semua korban dari lokasi jatuhnya pesawat ke Oksibil dan selanjutnya ke Jayapura, Kamis (20/8/2015) siang.
Soelistyo berharap, kerjasama semacam ini menjadi contoh semua pihak bukan hanya kepada TNI, Polri, Basarnas dan Pemda, tapi kepada masyarakat kita bahwa kerjasama itu penting termasuk dalam hal mencari solusi dan permasalahan kehidupan bermasyarakat.
“Kerjasama kerelaan untuk melakukan tugas-tugas kemanusiaan tanpa ada pamrih, penting untuk kita lakukan,” kata Soelistyo.









