Panglima TNI: Tak Ada Toleransi Bagi Perusak Hubungan TNI-Polri

maiwanews – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan kembali agar seluruh jajarannya mencegah sekecil apapun gesekan antara prajurit TNI dan anggota Polri dan antara prajurit dengan rakyat.

Hal itu dikatakan Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan dalam upacara laporan kenaikan pangkat 17 perwira tingga (Pati) TNI di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (31/8/2015).

Menurut Panglima TNI, konflik dengan polri dan rakyat yang melibatkan prajurit TNI akan kontra produktif dengan upaya TNI membangun kedekatan dengan rakyat, yang selama sudah terbangun dengan baik.

Jenderal Gatot bahkan secara tegas mengingatkan kepada para prajurit TNI agar tidak coba-coba melakukan upaya merusak hubungan TNI dengan Polri yang selama ini sudah terjalin baik.

“Tidak ada toleransi terhadap tindakan prajurit TNI yang merusak hubungan yang terjalin baik antara TNI dan Polri,” kata Panglima TNI sebagaimana keterangan tertulis Puspen TNI, Senin (31/8/2015).

Dalam laporan kenaikan pangkat kali ini, sebanyak 6 pati TNI-AD, 6 pati TNI-AL, dan  6 pati TNI-AU yang menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.

Turut hadiri di upacara ini antara lain Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi., S.E., M.A.P., Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Kasum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi, S.E., M.M., Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI  dan  Kabalakpus TNI, serta para istri Pati TNI yang naik pangkat.

Seperti diketahui, bentrokan anggota TNI – Polri kembali pecah. Kali ini terjadi di Sirkuit Permanen Sport Center di Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat yang mengakibatkan satu personil TNI tewas terkena tembakan di bagian perut, pada Minggu (30/8/2015).