Pelebaran Box Culvert, Harapan Warga Dukuh Kupang Atasi Masalah Banjir

maiwanews –  Warga Dukuh Kupang Barat (DKB) I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, menghadapi tantangan banjir yang terjadi setiap kali hujan deras. Topografi yang rendah dan kapasitas saluran air yang tidak memadai menjadi penyebab utama masalah ini.

Untuk mengatasi masalah banjir di area tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun telah mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah banjir di area tersebut. Tindakan ini termasuk memperluas box culvert dan membuat sodetan untuk mengalihkan aliran air. 

Sekretaris RW 8 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Murtono mengatakan, bahwa banjir di wilayahnya telah menjadi masalah sejak tahun 1991. 

“Kami terima kasih sudah beberapa kali ini, Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) dan Bapak Wakil Wali Kota (Armuji), berkenan sowan (datang) ke sini untuk meninjau langsung warganya yang sudah bertahun-tahun, mulai 1991 banjir sampai sekarang,” ujar Murtono, Selasa (09/04/2024). 

Menurut dia, volume air yang berlebihan selama hujan deras, tidak dapat ditampung oleh box culvert yang ada. Oleh karena itu, ia berharap Pemkot Surabaya meningkatkan kapasitas box culvert untuk menghindari ketergantungan pada saluran lama. “Saat ini, Pemkot Surabaya sedang memperluas box culvert di wilayah kami, yang kami harapkan dapat menjadi solusi untuk memecah aliran air,” ungkapnya.

Murtono berharap akan ada pembuatan sodetan baru di belakang Polsek Dukuh Pakis, karena elevasi tanah yang rendah.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi meninjau langsung lokasi pelebaran box culvert di Jalan Dukuh Kupang Barat (DKB) I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya

Ia menyatakan bahwa pelebaran box culvert itu ditargetkan selesai awal Juni 2024. Ini diharapkan agar pengerjaan saluran dan sodetan itu segera tuntas dan tidak terjadi banjir.

“Makanya saya minta Dam-dam itu dicopot (dibuka) dulu semuanya, sambil kita lihat ini masih hujan lagi apa nggak. Tapi konsekuensinya kalau ini (Dam) dicopot (dibuka), ya (box culvert) nggak bisa dikerjakan sama sekali,” pungkas Wali Kota Eri. (*)