Syahrul Yasin Limpo: KPU Jangan Curang

syahrul yasin limpoMAKASSAR – Sepuluh kabupaten di propinsi Sulawesi Selatan akan melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) secara bersamaan pada Rabu 23 Juni. Tahapan pemungutan suara pemilukada hingga penetapan calon terpilih dinilai sebagai tahapan yang paling rawan, dapat menimbulkan benturan di tengah masyarakat khususnya sesama pendukung calon bupati dan wakil bupati.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Golkar Sulsel sekaligus Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengintruksikan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam proses pemilukada di sepuluh daerah itu, untuk menjaga proses pemilihan berlangsung jujur, adil, lancar, dan terhindar dari berbagai praktik kotor.
Tidak hanya mengingatkan pendukung calon bupati terkhusus tim sukses, Syahrul juga mengingatkan pelaksana pemilukada di semua daerah untuk menjalankan tugas sesuai aturan dan prosedur yang ada. “Anggota KPU selaku pelaksana di lapangan harus melaksanakan tugas dengan baik. KPU jangan curang dalam melaksanakan tugas. Pokoknya siapa saja jangan curang,” imbuh Syahrul yang ditemui di kantor DPRD Sulsel kemarin.

Syahrul menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, KPU tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun, sehingga pelaksaan pimilukada di sepuluh kabupaten berjalan damai dan aman. Makanya Syahrul menyebutkan pelaksanaan pimilukada tidak boleh keluar dari jalur perundang-undangan yang ada.
Terhadap tim pemenangan cabup/cawabup, Syahrul menegaskan bahwa sekali pun tim sukses memiliki ambisi untuk memenangkan calon yang diusung, namun mereka juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan pemilukada. “Silahkan berambisi dan serius, tapi jangan sampai membenturkan masyarakat,” harap Syahrul.

Pada pelaksanaan pimilukada di sepuluh kabupaten itu, Syahrul menyebutkan bahwa dirinya akan melakukan pemantauan secara langsung proses pemilukada di daerah tertentu. Hanya saja, kabupaten mana saja yang akan dikunjungi, Syahrul belum memastikannya. Informasi yang diperoleh bahkan menyebutkan, Syahrul akan menggunakan helikopter untuk mengunjungi kabupaten yang menggelar pemilukada.