Mulai musim ini Raul Gonzalez tidak lagi bermain untuk Real Madrid. Usia 33 tahun menjadi kendala baginya untuk bersaing dengan pemain-pemain muda. Meski tidak lagi tidak lagi membela Los Blancos, Sang Pangeran akan tetap bermain bola di klub lain.
Dalam pesta perpisahannya di Stadion Santiago Bernabeu pada hari Senin, 26 Juli 2010, Raul mengungkapan keinginannya mempelajari sepakbola dengan kultur berbeda. Raul juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama berada di Madrid dan siap kembali jika suatu saat klub membutuhkannya.
Kepastian hengkangnya Raul membuat beberapa klub dari Jerman, Turki, Inggris, dan Cina melakukan pendekatan, namun yang paling berpeluang adalah klub Bundesliga Jerman, Schalke.
Striker Hamburger SV, Ruud van Nistelrooy, menyatakan senang jika Raul jadi pindah ke Schalke karena akan membuat kompetisi Bundesliga Jerman akan semakin menarik dan berkualitas.
Selama bermain di Real Madrid Raul telah mempersembahkan enam gelar La Liga dan tiga gelar di Liga Champions. Ia telah mencetak 323 gol dalam 741 kali penampilannya.
Raul adalah seorang penyerang yang bisa menggabungkan menyerang dan bertahan dengan baik. Ia berlari tanpa henti dan mendukung timnya sebagai kapten sejati. Ia juga suka berganti posisi dan bermain melebar ke samping. Ia bisa membuat teman setimnya berada di posisi yang baik dan membuat kesempatan untuk mencetak gol baik untuk dirinya sendiri maupun teman setimnya. Bahkan ia dapat melakukan itu semua saat bermain menghadapi pemain bertahan yang sangat baik.
Banyak pelatih Real Madrid dan Spanyol yang kesulitan mencari posisi paling pas untuk Raul walaupun ia merupakan striker murni. Masanya yang paling subur mencetak gol adalah pada akhir tahun 1900an. Ia menjadi tandem Fernando Morientes, yang lebih tinggi dan lebih menjadi target alami. Sejak kedatangan Morientes pada musim panas 2003, Raul telah berpindah-pindah posisi sebagai penyerang kedua di belakang Ronaldo atau Ruud van Nistelrooy maupun sebagai sayap kiri. Untuk timnas Spanyol di Piala Dunia 2006, ia mendorong Luis Garcia ke samping agar bisa bermain sebagai penyerang kedua di belakang Fernando Torres dan David Villa. Dengan hal tersebut, dua pemain sayap Jose Antonio Reyes dan Joaqin Sanchez tersimpan sebagai pemain cadangan.
Danlantamal VI kenalkan alutsista AL ke santri Madinah
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral
Pjs Wali Kota Makassar Resmikan Pameran Arsip Kota Makassar
Bahlil Sampaikan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Kominfo Jatim Menerima Penghargaan Dari RSAL Sebagai Media Partner









