Kapolda Jateng Minta Ganti Wasit Karena Takut Rusuh

alex bambang riatmodjomaiwanews – Laga final Piala Indonesia 2010 antara Arema Malang vs Sriwijaya FC sempat terhenti sekitar 40 menit karena Kapolda Jawa Tengah, Alex Bambang Riatmodjo, meminta wasit diganti.

Kapolda meminta ofisial pertandingan di meja panitia pertandingan untuk mengganti Jimmy Napitupulu yang memimpin laga yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (1/8/2010) malam tersebut.

“Ini wasit diganti atau tidak? Kalau tak diganti pertandingan tak bisa dilanjutkan. PSSI bisa kembali ke Jakarta kalau ada apa-apa, tapi kami kan tetap di sini mengamankan kalau ada apa-apa,” ujar Alex.

Alex Bambang menilai tindakan Jimmy Napitupulu mengganjar kartu merah pada pemain Arena Noh Alam Shah, berpotensi menimbulkan kemarahan pendukung Arema yang saat itu menurut Alex jumlahnya makin banyak.

Kekhwatiran Alex Bambang tersebut bertambah karena ada sekitar 30 ribu penonton memadati Stadion Manahan Solo, sementara sekitar 500an bahkan sudah berada di pinggir lapangan.

Padahal keputusan wasit Jimmy Napitupulu mengganjar kartu merah karena Noh Alam Shah mengangkat kaki terlalu tinggi, hingga apa yang dilakukan dianggap membahayakan kepala pemain Sriwijaya Precious Emuejeraye.

Sementara soal penonton yang merangsek ke pinggil lapangan, sebenarnya hal itu merupakan kebiasaan penonton setiap berlangsung laga final pada setiap kompetisi sepak bola.

Sama seperti pada final Liga Indonesia di Stadion Utama Senayan beberapa waktu lalu, penonton merangsek ke bibir lapangan karena ingin berebut kaos pemain, sebagai sebuah ‘ritual’ laga final.