maiwanews – Beberapa elemen masyarakat melakukan unjukrasa di depan gedung DPR RI 27 Maret 2012. Para demonstran menuntut agar rencana kenaikan BBM dibatalkan.
Dalam orasinya, salah seorang demonstran mengatakan RAPBN-P 2012 harus ditolak. Demikian halnya dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
Salah satu kelompok pendemo menamakan dirinya Front Oposisi Rakyat Indonesia dalam pernyataannya mengatakan kenaikan harga BBM hanya menyengsarakan rakyat dan menguntungkan perusahaan minyak swasta, terutama swasta asing.
Front tersebut mengusulkan agar dimaksimalkan penggunaan energi harga murah, merakyat, dan massal seperti tenaga air, angin, matahari, gelombang laut, biogas, dan lain-lain. Selain itu transportasi publik harus dibenahi agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik.
Front itu juga meminta dilakukan efesiensi belanja negara untuk kebutuhan birokrasi dalam APBN. Pemerintah dan DPR diminta tidak memboroskan anggaran.
Selain front Oposisi Rakyat Indonesia, di depan DPR juga berdemo Facebooker Indonesia, nelayan, Serikat Buruh, dan lain-lain.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Keamanan 'May Day 2025' di Sekitar Gedung DPR/MPR RI
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas dan Fungsi PPID
Pemkot Makassar Raih Predikat Kota Terinovatif di Ajang IGA 2024
Pjs Wali Kota Makassar Ucapkan Selamat kepada Anggota DPRD Baru









