maiwanews – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkap keanehan dalam proyek renovasi gedung DPR akhir tahun ini. Fitra mencatat setidaknya ada tiga kejanggalan, masing-masing adalah pembangunan pagar, renovasi toilet, dan perbaikan ruang kerja.
Untuk penggantian pagar batas gedung wakil rakyat dengan Taman Ria DPR menelan biaya Rp 1 miliar, renovasi toilet Gedung Nusantara I DPR dianggarkan Rp 1,4 miliar, dan perbaikan Ruang Kerja Anggota Gedung Nusantara I DPR perlu biaya Rp 6,2 miliar.
Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi dalam rilis persnya menyatakan angka-angka tersebut tidak masuk akal terkait anggaran renovasi toilet, Uchok mengatakan “masa renovasi sampai miliar rupiah memang semua toilet DPR rusak? Sehingga dibutuhkan anggaran bermiliar-miliar”.
Menurut Uchok, anggaran sebesar itu menggerus kas negara sementara kadang anggota dewannya ada di tempat, kadang-kadang entah kemana. Ia menambahkan bahwa biaya renovasi seharusnya lebih murah dibanding membuat dari baru.
Keanehan juga terjadi pada rencana pembangunan pagar pembatas dengan Taman Ria. Uchok mempertanyakan kenapa ada rencana pembangunan pagar batas padahal di tempat itu masih ada pagar. (aso/pr)









