Forum FGD Dibentuk untuk Sampaikan Pelayanan Kelistrikan ke Publik

ARKAD MATULU
ARKAD MATULU

SURABAYA – Sebuah terobosan dilakukan oleh PT PLN(Persero) untuk merangkul sekaligus memberikan informasi kepada tokoh atau sekelompok organisasi masyarakat tentang berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan tersebut.

Mereka itu diajak berdiskusi dalam suatu forum yang diberi nama Focus Group Discussion (FGD) dan PLN hanya memfasilitasi sedangkan penyelenggaranya adalah organisasi independen.

Menurut DM Humas dan Peduli Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Arkad Matulu, menyatakan, FGD adalah forum diskusi tebatas yang diikuti oleh sekelompok orang terpilih.

“Mereka itu adalah tokoh atau sekelompok orang yang memiliki pengaruh dalam pembentukan opini publik,” katanya.

Dikatakan, Mereka adalah stakeholder PLN dan sering memberikan pernyataan opini kepada publik mengenai kebijakan pemerintah khususnya tentang operasional pelayanan kelistrikan di tanah air.

Khusus pelaksanaan FGD di Jatim dipilih di beberapa tempat diantaranya Hotel Ibis Jl Rajawali Surabaya. “Kami bertemu dengan para pemimpin redaksi media, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan lain-lain,” ujar Arkad sembari menambahkan bahwa dari diskusi itu bisa menghasilkan titik temu cara pandang apa yang sedang dialami oleh PLN.

Dengan presentasi oleh Manajemen PLN tentang berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan tesebut para peserta FGD bisa mengerti dan diharapkan pernyataan yang keluar ke masyarakat bisa dipertanggung jawabkan.

Pernah dalam suatu pertemuan FGD di salah satu tempat, seorang peserta sampai ngeledek pada peserta lainnya karena selama ini dinilai salah didalam memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kelistrikan di Indonesia.

“Mangkanya kalau belum mengerti jangan memberikan pernyataan,” kata salah seorang peserta yang ditirukan oleh Arkad.

Pelaksanaan FGD diikuti masksimal 15-20 peserta yang telah dipilih berdasarkan kelompok stakeholders dengan waktu tidak lebih dari 3 jam. Pertemuan tersebut dipandu oleh seorang moderator yang independen dan melempar topik selanjutnya para peserta menyampaikan pendapatnya.

Dalam pada itu nara sumber PLN memberikan informasi terkini dari sisi perusahaan terkait dengan topik tersebut dan moderator akan mengambil kesimpulan serta pengelola FGD menyusun hasil-hasil diskusi dalam sebuah dokumen.

Ada pun topik bahasan adalah kondisi kelistrikan nasional dan lokal diantaranya adalah: BPP tenaga listrik yang menyangkut harga primer, inflasi dan nilai tukar. Kemudian harga jual tenaga listrik, subsidi listrik tepat sasaran, rasio elektrifikasi masih rendah dan kebijakan energi nasional.

Sedangkan produk layanan dan peningkatan pelayanan meliputi: tingkat mutu pelayanan, produk layanan dan kemudahan layanan(pra bayar, call center, PPOB) dan mengatasi pemadaman. Juga topik untuk peningkatan efisiensi yang terdiri dari fuel switching, pemanfaatan energi yang murah dan ramah lingkungan serta penuruanan susut.

Untuk kebijakan hemat listrik topiknya adalah: penerapan batas hemat pada pelanggan 6.600 VA, tips hemat listrik dan isu pemanasan global.

Secara garis besar maksud dan tujuan dari FGD adalah memberikan ruang yang cukup untuk sharing informasi dan brainstorming bagi PLN maupun Stakeholders tentang berbagai hal yang terkait permasalahan kelistrikan terkini dan termasuk soal subsidi listrik. Kemudian menyamakan pemahaman dan persepsi yang lebih sejalan tentang perkembangan kelistrikan dengan segala macam permasalahannya antara PLN dan Stakeholders.

Sementara itu pesertanya adalah tokoh-tokoh mahasiswa yang tergabung dalam BEM, redaktur media massa, opini leader yang memiliki pengaruh di tengah-tengah masyarakat baik itu dari LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan akademisi. (DONI SUJITO)