maiwanews – Ada kesimpang siuran informasi penyebab tewasnya Muhammad Arief alias Ari dalam demo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Makassar, Kamis (27/2014).
Sebuah kabar menyebut, Ari yang berprofesi sebaga “pak ogah” di dekat kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tewas karena dilidas mobil water canon saat polisi mengejar para pendemo.
Namun polisi setempat bersikeras bahwa warga Jalan Pampang itu tewas karena kepalanya terbentur aspal setelah ikut berlari di tengah massa mahasiswa UMI yang dipukul mundur polisi sekaligus membantah kabar bahwa almarhum dilindas water canon.
Penyebab tewasnya Ari versi Polda Sulselbar itu dipertegas oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sutarman. “Bukan (ditabrak water canon),” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2014).
Sutarman memperkirakan, Ari tewas setelah terjatuh dan terkena lemparan batu mahasiswa yang bentrok dengan polisi yang dibantu warga.
Namun sejumlah kalangan meminta Polri tidak terburu-buru mengambil kesimpulan penyebab tewasnya Ari sebelum dilakukan penyelidikan yang serius.
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Teror Kepala Babi ke Kantor Tempo, Dikirim Lewat Ojol
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Kapolri Cek Kesiapan Keamanan Taman Safari Solo Jelang Libur Nataru
Wali Kota Eri Tekankan Penggunaan Aset Pemkot Untuk Kepentingan Warga Miskin









