maiwanews – Dalam aksinya pada Senin (16/1/2017), ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) mendesak agar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charlian dicopot dari jabatannya.
Mereka berpendapat, M. Iriawan telah dengan sengaja memprovokasi massa FPI untuk mengejar HMI pada kericuhan yang terjadi pada aksi bela Islam (ABI) 4 Nopember 2016 lalu.
Sementara Anton Charlian dituding berpihak dan melindungi anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang telah merusak kendaraan, mengeroyok dan menganiaya anggota FPI hingga patah.
Menanggapi tuntutan massa FPI tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, dirinya tidak akan mecopot kedua Kaplda.
“Pokoknya Kapolda Metro, Kapolda Jabar nggak ada yang dicopot,” ujar Tito Karnavian di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (17/1/2017).
Sebelumnya, dalam aksi bela ulama 161, Kapolri menemui perwakilan massa aksi yang dipimpin Imam Besar FPT Habib Rizieq Shihab serta dihadiri petinggi GNPF MUI Uztadz Bachtiar Nasir itu.
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Gagalkan Dua Aksi Tawuran di Jakarta Timur
Kapolri Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal pada 'May Day Fiesta' di Monas
Hari Terakhir sebagai Pjs Wali Kota Makassar Gelar Senam dan Apel, di Jajaran Pemkot Makassar
Kapolrestabes, Dandim dan Pj Sekda Kota Makassar Komitmen Bersama Wujudkan Pilkada Damai 2024









