maiwanews – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan kebijakan baru terkait penanggulangan terorisme. Densus 88 Antiteror kini dipimpin oleh perwira tinggi (Pati) berpangkat bintang dua yang sebelumnya hanya dijabat oleh Brigadir Jenderal.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, keputusan Kapolri tersebut dilakukan demi memperkuat struktur, personel, dan sumber daya manusia (SDM) Densus 88 Antiteror.
“Jabatan Kadensus (88) dijabat perwira tinggi bintang dua,” kata Boy Rafli di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).
Penguatan Densus 88 itu kata Boy, dinilai penting karena saat ini pergerakan teroris tidak lagi menggunakan cara konvensional seperti sebelumnya, sehingga harus juga dihadapi dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan.
Dewasa ini sambung dia, pergerakan teroris semakin cangggih karena sudah memanfaatkan kemajuan di bidang sibernetika dalam melancarkan aksinya.
Atas kebijakan itu kata Boy, Brigjen Muhammad Syafii yang ditunjuk sebagai sebagai Kepala Densus 88 Antiteror yang baru melalui surat telegram Kapolri, akan segera menyandang pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen).









