maiwanews – Penunjukan HM Prasetyo sebagai jaksa agung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai kecaman dari Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia di Australia untuk Kebhinnekaan. Dalam rilisnya Sabtu 22 Nopember, koalisi menyebut penunjukan itu sebagai hal memalukan.
Juru bicara koalisi perwakilan Sydney, Bhatara Ibnu Reza, mengatakan penunjukan politisi untuk menduduki jabatan jaksa agung memalukan dan merupakan langkah mundur daru komitmen Presiden Jokowi dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas korupsi.
Menurut Bhatara, kejaksaan agung harusnya dipimpin sosok berintegritas tinggi, rekam jejak bagus, dan berani mengambil langkah hukum demi menegakkan keadilan. Terlebih mengingat jaksa agung adalah penuntut tertinggi di Indonesia.
Bhatara mengakui bahwa penunjukan jaksa agung merupakan hak prerogatif presiden, namun dikhawatirkan agenda pemberantasan korupsi dalam pemerintahan akan terhambat jika ranah penegakan hukum dikorbankan dalam negosiasi-negosiasi politik, sehingga ruang korupsi terus langgeng dalam pusaran kekuasaan. Dalam urusan hak azasi manusia (HAM). Sejak reformasi, jaksa agung tidak pernah mengambil langkah-langkah progresif untuk melakukan penyidikan dan penuntutan kasus-kasus pelanggaran HAM.
Sementara Avi Mahaningtyas, wakil koalisi dari Canberra, menegaskan bahwa kejaksaan agung adalah satu dari tiga pilar utama penegakan hukum untuk mewujudkan pemerintahan kuat, bersih, dan bertanggung jawab. Jika pilar ini kuat, rakyat bisa memastikan check and balances terhadap penyelenggaraan pemerintahan, dengan agenda utama mereformasi lembaga kejaksaan agung sendiri, dan memberantas KKN secara sistematis.
Koalisi beranggotakan para mahasiswa dan masyarakat di semua kota besar di Australia tersebut dulu dikenal sangat aktif mendukung Jokowi semasa kampanye pilpres. Namun kali ini koalisi justru mengkritik kebijakan Presiden Jokowi. Perwakilan dari kota Perth, Iqbal Aji Daryono, mengungkapkan bahwa sikap kritis mereka menunjukkan bahwa Jokowi tidak boleh terlena mengira semua pendukungnya taklid buta. “Banyak pendukungnya tetap kritis, dan terus mengawal agar presiden bersetia pada visi dan misinya,â€� pungkas Iqbal. (m011)
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Bertemu Prabowo, Bill Gates Puji Komitmen Indonesia dalam Kesehatan dan Pertanian
Operasi SAR Sisir Daratan dalam Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun
Munafri Arifuddin Tegaskan Profesionalisme Penunjukan Plt Direksi Perumda Makassar









