maiwanews – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2014-2018 dalam pernyataan sikapnya Sabtu 13 Februari terkait perayaan hari valentine 14 Februari 2016 menegaskan beberapa hal. Menurut Pemuda Muslimin, kasih sayang atau marhamah dalam agama Islam tidak tidak perlu perayaan karena sudah menjadi substansi ajaran Islam Kaih sayang seharusnya diimplementasikan sepanjang masa.
Peringatan hari kasih sayang atau Valentine’s Day, dalam pernyataan sikap Pemuda Muslimin disebut sebagai sebuah tradisi jahiliyah dan bertentangan dengan Islam. Merayakan hari kasih sayang setiap 14 Februari bukan merupakan ajaran Islam.
Kepada seluruh kader dan Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia seluruh Sulawesi Selatan, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin menyerukan untuk tidak terlibat dalam perayaan hari valentine. Pemuda Muslimin juga mengajak seluruh elemen umat Islam se-Sulawesi Selatan untuk senantiasa mengingatkan ummat agar tidak terjebak dalam kemaksiatan.
Kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Pemuda Muslimin meminta agar aktif dalam upaya meminimalisir dampak negatif hari valentine si wilayah masing-masing. Selain itu Pemuda Muslimin menyatakan mendukung kebijakan larangan perayaan hari valetine oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan serta kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Dalam hal keamanan, aparan kepolisian diminta menindak tegas pelaku seks bebas dan bentuk kemaksiatan lainnya berkedok perayaan valentine’s day. Dan kepda seluruh elemen masyarakat, Pemuda Muslimin mengajak untuk senantiasa menjaga dan menciptakan suasana aman, tenteram, dan damai. (m011/PMI)
.









