Pengacara Anas Heran KPK tak Sita Buku Tahlilan Ibas

maiwanews – Pengacara Anas urbaningrum, Firman Wijaya mempertanyakan alasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyita buku tahlil bergambar Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam penggeledahan di kediaman Anas di Duren Sawit, Selasa (12/11/2013).

Firman menyayangkan tindakan penyidik KPK yang dinilainya memberikan perlakuan spesial terhadap orang-orang tertentu. Firman menuduh KPK telah melakukan tebang pilih dalam menjalankan tugas karena hanya menyita buku tahlil bergambar Anas, tetapi tidak mengambil buku serupa bergambar Ibas.

Menurut Firmah, dari sisi Anas Urbaningrum, penyitaan buku tahlilan bergambar Ibas punya makna penting dalam menyelesaikan sengkarut korupsi Hambalang. “Buat kita satu hal, ada jejak Ibas di rumah Anas,” kata Firman di Gedung KPK, Jakarta.

Dikatakan Firman, buku tahlil bergambar Ibas tersebut seharusnya dipandang KPK sebagai bagian dari kegiatan politik Partai Demokrat. Kegiatan politik terkait Ibas kata Firman, tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan politik Anas Urbaningrum karena keduanya saat itu menjadi pemimpin partai yang sama.

Aktivitas politik seperti pengajian lanjut Firman, tentunya menggunakan dana yang patut ditelusuri sumbernya. Untuk itu Firman berpendapat, KPK perlu memeriksa Ibas yang ketika kongres Partai Demokrat 2010 berlangsung, ia menjabat sebagai steering committee atau panitia pengarah.

Saat penggeledahan di rumah Anas, penyidik menyita buku tahlilan bergambar Anas Urbaningrum, namun tidak menyita buku yang sama bergambar Ibas meskipun menurut loyalis Anas, kedua buku ditemukan di tempat yang sama.

Saat itu loyalis Anas berusaha menyerahkan juga buku tahlilan bergambar Ibas, namun penyidik bersikeras menolak.