
maiwanews – Dari total 54 orang penumpang dan kru pesawat Trigana Air, 4 diantaranya adalah petugas kantor pos. Mereka membawa dana bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam bentuk uang tunai sebesar $468.750 atau sekitar Rp 6,5 miliar. Petugas pos setempat Senin 17 Agustus memberi keterangan bahwa dana tersebut sedianya akan dibagikan untuk keluarga-keluarga miskin.
Berdasarkan keterangan kepala kantor pos Jayapura, Hartono, dana tunai sebanyak empat karung tersebut berasal dari Kementerian Sosial untuk keluarga miskin sebagai bantuan atau kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak.
Pesawat turboprop kembar ATR42-300 Trigana Air dengan nomor penerbangan IL 267 dari Jayapura menuju ke Oksibil dilaporkan hilang kontak Minggu sore 16 Agustus. Pesawat mengalami hilang kontak 30 menit setelah lepas landas dari Bandara Sentai di ibukota Papua, Jayapura.
Henry Bambang Soelistyo, kepala Badan SAR Nasional, mengatakan puing-puing pesawat terlihat sekitar 12 kilometer dari Oksibil. Asap dikatakan masih membubung ketika ditemukan. Tim SAR sedang bersiap untuk mencapai lokasi lewat udara dan dengan berjalan kaki. Tim kesulitan mencapai lokasi di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.600 meter akibat cuaca buruk dan sulitnya medan. Hutan dan gunung Papua sulit ditembus, sebelumnya telah bebearpa pesawat jatuh dan tidak pernah ditemukan.
Pasukan elit militer membantu upaya pencarian dan penyelamatan. TNI angkatan udara dan darat akan membangun landasan helikopter di dekat lokasi jatuhnya pesawat. (m013/VoA)
Polisi Bongkar Sindikat Oplosan Gas Subsidi di Jakarta, Negara Rugi Rp16,8 Miliar
Lantamal VI, Palu Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp1,5 Miliar
Polisi Usut Dugaan Korupsi di LPEI Diusut, Kerugian Negara Rp710 Miliar
Prabowo Tegaskan, PPN 12% Hanya Barang dan Jasa Mewah
Pjs Wali Kota Arwin Azis Silaturahmi di Kecamatan Bontoala, Tekankan Netralitas Sambut Pilkada









