
maiwanews – Penundaan pengumuman susunan kabinet Joko Widodo – Jusuf Kalla memunculkan beragam pendapat. Pengamat dan masyarakat banyak beranggapan bahwa rencana pengumuman menteri pada hari Rabu 22 Oktober di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara ditunda karena ada beberapa nama diberi tanda merah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanda merah KPK membuat Joko Widodo harus merevisi nama-nama calon menteri.
Politisi Hanura, Dimas Hermadiyansyah, SE, Kamis 23 Oktober di Jakarta menyatakan menetapkan susunan kabinet bukan persoalan sepele, bukan juga persoalan cepat atau lambat. Menurut Wasekjen DPP Partai Hanura itu, penentuan nama-nama menteri lebih mengedepankan persoalan tepat atau tidak tepat. Dimas beralasan bahwa kabinet nantinya harus bisa menjadi tim kerja kuat dan solid dalam tugasnya membantu presiden. Mereka bersama-sama mensukseskan jalannya roda pemerintahan selama masa jabatan hingga 5 tahun kedepan.
Dimas menambahkan, jangan sampai karena terburu-buru, akhirnya dipilih menteri dengan kemampuan tidak mumpuni dan berkinerja buruk. Hal ini justru bisa membuat terjadi bongkar pasang kabinet di tengah jalan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa presiden memiliki waktu hingga 14 hari sejak dilantik untuk menyusun kabinet. Kelonggaran waktu diatur dalam undang-undang nomor 39 tahun 2008 pasal 16 ayat 1. Selain itu, menurut Dimas, Jkw-Jk membuat tradisi baru dalam menentukan menteri di kabinetnya dengan meminta rekam jejak calon menteri (camen) kepada KPK. Langkah ini menunjukkan komitmen Jkw-Jk dalam membentuk pemerintahan bersih dari korupsi.
Tanda merah membuat Jkw-Jk harus mempertimbangkan kembali nama-nama camen. Selain itu, presiden dan wakil presiden sekarang melakukan beberapa kementerian, hal ini tentunya mempengaruhi apakah harus ada perubahan nomenklatur atau tidak. Dimas menyarankan sebaiknya tunggu saja presiden mengumumkan menterinya jika komposisi tepat telah tersusun.
Terkait disebutsebutnya kader Hanura sebagai camen, Dimas menyatakan partainya menyerahkan sepenuhnya kepada presiden. Sebelumnya beredar kabar bahwa Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, dicalonkan untuk posisi Menpora. Sementara Ketua Umum, Wiranto, adalah kandidat Menkopolkam.
Menurut Dimas, keduanya adalah kader terbaik Hanura, tidak perlu diragukan kompetensinya. Mereka akan membantu Jkw-Jk dalam mewujudkan Visi Kebangsaan dan kerakyatan. Dimas juga yakin presiden akan memilih orang-orang terbaik dalam kabinetnya. (m011 | Foto dok. Wiranto dan Yuddy Chrisnandi)
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Prabowo Akan Terima Kunjungan Resmi Albanese
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Porsche Tennis Grand Prix: Laura Siegemund Andalkan Kenyamanan Rumah Sendiri
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan









