Presiden Jokowi Buka Munas VIII HKTI

maiwanews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jum’at 31 Juli. Dalam sambutannya pada acara di Gedung Serbaguna tersebut dikatakan bahwa untuk memajukan sektor pertanian, pemerintah membutuhkan data tunggal pertanian nasional. Dengan adanya data tunggal, lebih mudah dalam merancang strategi pertanian termasuk menentukan jenis tanaman pangan, sebaran, waktu tanam, dan proses pasca panen.

Selain itu, untuk memajukan pertanian nasional juga harus tersedia sarana produksi, termasuk benih dan pupuk dengan harga terjangkau petani. Demikian disampaikan Presiden Jokowi sebagaimana dikutip Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit Jum’at 31 Juli. Lebih lanjut dijelaskan, untuk memberdayakan petani, presiden menilai masalah permodalan dan pemasaran juga mendesak untuk diupayakan.

Atas pemikiran tersebut, presiden menganggap perlu dikembangkan sistem pemasaran dengan lebih sistematis dan moderen dengan melibatkan Bulog dan koperasi. Juga perlu mengkaji secara lebih serius gagasan didirikannya Bank Tani. Dengan adanya Bank tani diharapkan petani tidak lagi terjebak oleh pengijon dan lintah darat. Selain itu, petani dapat menjual hasil tani dengan harga lebih baik.

Menurut Presiden Jokowi, jika petani semakin berdaya, maka dapat mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Untuk menunjang terwujudnya kedaulatan pangan, Presiden Jokowi mengemukakan selayaknya ketergantungan pada beras mulai dikurangi, diversifikasi pangan lokal harus dikembangkan

Selain presiden, acara Munas HKTI juga dihadiri antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, dan Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan. (m013/Setkab/ES)