Presiden SBY: Demokrasi Bukan Tujuan Akhir

maiwanews – Dalam berbangsa dan bernegara, demokrasi bukan merupakan tujuan akhir. Tujuan akhir sebuah bangsa adalah negara yang damai, keadilan yang tegak, berdemokrasi, dan masyarakat sejahtera.

Hal itu diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam keterangan persnya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (7/11) pukul 14.00 Wita.

“Yang kita tuju adalah negara yang damai, keadilan tegak, berdemokrasi, dan sejahtera,” kata SBY dalam penjelasannya soal jalan dan tujuan penyelenggaraan Forum Demokrasi Bali atau Bali Democracy Forum (BDF) VI.

Menurut SBY, BDF merupakan forum yang inklusif, terbuka, dan konstruktif. Sejak diselenggarakan pada tahun 2008 kata SBY, forum ini tidak pernah membahas secara spesifik untuk mencari solusi atas permasalahan demokrasi di negara tertentu.

Dijelaskan SBY, isu kemajemukan atau pluralisme yang diusung dalam BDF VI tahun 2013 ini, sangat relevan bagi banyak negara termasuk Indonesia. Diakui SBY, dalam transisi demokrasi dan konsolidasi demokrasi, juga mengandung problematik dan selalu menghadirkan tantangan dan permasalahan yang tidak pernah berhenti di negara manapun, khususnya di masyarakat yang majemuk.

Di Indonesia lanjut SBY, beberapa tantangan konsolidasi demokrasi antara lain dalam mengelola kemajemukan dan mengelola konsolidasi, serta demokrasi multipartai, adalah bagaimana menciptakan proses politik yang efektif, efisien, dan stabilitas politik sebagai prakondisi menjalankan ekonomi untuk mensejahterakan rakyat.

Ditegaskan kembali SBY, tantangan utama demokrasi adalah bagaimana menyerasikan antara demokrasi, kebebasan, dan hak azasi manusia dengan kepentingan pembangunan, menjaga perdamaian dan stabilitas, serta dengan aturan hukum.

“Kesemuanya harus bisa hidup berdampingan secara damai, saling memperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” demikian SBY.