Sejarah Associazione Calcio Milan SpA AKA AC Milan

MaiwaNews – Associazione Calcio Milan 1899 SpA (AC Milan) didirikan pada 16 Desember 1899 dengan nama Milan Cricket and Football Club oleh dua orang ekspatriat Inggris, Herbert Kilpin dan Alfred Edwards. Klub ini mendapat julukan rossoneri (merah hitam) diambil dari warna seragamnya.

Gelar Milan diraih pertama kali tahun 1901 sebagai juara Liga Italia. Kemudian berturut-turut tahun 1906 dan 1907. Sebuah peristiwa penting terjadi pada 9 Maret 1908, sekelompok orang dari klub memisahkan diri dan membentuk Internazionale Milano. Mereka adalah Giorgio Muggiani, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell’Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner, Wipf, dan Carlo Arduss.

Memasuki era 50-an, Milan sangat disegani dengan trio Grenoli-nya. Trio ini adalah tiga orang pemain Milan asal Swedia, mereka adalah Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, dan Nils Liedholm. Bersama trio Grenoli, Milan berhasil meraih empat scodetto (1950-1951, 1954-1955, 1956-1957, 1958-1959).

Musim kompetisi Liga Italia tahun 1961-1962 AC Milan dilatih Nereo Rocco, dialah yang pertama kali memperkenalkan taktik catenaccio atau pertahanan gerendel/berlapis. Selain pelatih, Milan juga mendatangkan pemain-pemain berkualitas seperti Gianni Rivera (Alessandria), Jose Altafini (Brasil), dan Schiaffino (Uruguay).

AC Milan pernah terdegradasi ke Seri B tahun 1980 bersama Lazio akibat terlibat skandal perjudian Totonero. Musim 1980-1981 Milan menjuarai Seri B untuk promosi ke Seri A. Namun musim berikutnya kembali terdegradasi ke Seri B karena kasus serupa.

Tahun 1986 Silvio Berlusconi menjadi presiden AC Milan. Saat itu Milan diperkuat “sang legenda” Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Roberto Donadoni, “the youngster” Paolo Maldini, dan trio Belanda (Marco van Basten, Frank Rijkaarddan Ruud Gullit). Dibawah penanganan pelatih Ariggo Sacchi Milan meraih satu kali scudetto, dua Piala Champions dan dua piala Intercontinental.

Fabio Capello menggantikan posisi Sacchi tahun 1992. Selama musin kompetisi Liga Italia tahun 1992 Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan. Di tangan Capello Milan meraih empat scudetto. Masa kepelatihan Capello di Milan bertahan hingga tahun 1996, ia digantikan Oscar Washington Tabarez.

Sejak kepergian Capello ke Real Madrid, Milan benar-benar miskin gelar. Penggantian Tabarez oleh Arrigo Sacchi tidak menunjukkan hasil memuaskan, Milan mengakhiri musim 1996-1997 di posisi ke-11. Akhirnya Capello dipanggil kembali menggantikan Sacchi, namun Milan hanya mampu menduduki posisi 10 musim 1997-1998.

Milan baru bisa meraih scudetto musim kompetisi Liga Italia tahun 1998-1999 setelah ditangani Alberto Zaccheroni yang menggantikan Fabio Capello. Musim berikutnya Milan kembali gagal meraih gelar, Zac hanya mampu membawa Milan ke peringkat ketiga dibawah Lazio dan Juventus.

Liga Champion 2000-2001 Milan gagal saat memasuki putaran kedua, akibatnya Zac dipecat dan digantikan Cesare Maldini. Rupanya ayah Paolo Maldini tersebut tidak mampu memberikan hasil terbaik bagi Rossoneri, para petinggi Milan mengganti posisinya dengan Fatih Terim. Sayangnya Terim-pun harus menerima kenyataan gagal mengangkat pamor Milan.

Fatih Terim kemudian digantikan oleh Carlo Anceloti yang sukses mempersembahkan trofi Liga Champion 2002-2003 dan scudetto 2003-2004 dimana Andriy Shevhenko menjadi top skorer.

Meski mendapat pengurangan nilai 8 poin pada kompetisi Liga Italia Seri A musim 2006-2007 akibat skandal calciopoli, namun Milan mampu meraih sukses dalam kompetisi Liga Champions dengan menjadi juara.

BERITA LAINNYA

.