maiwanews – Rusia sangat serius menanggapi insiden penembakan pesawat tempur Sukhoi Su-23 Fencer miliknya di perbatasan Suriah-Turki oleh jet tempur F-16 milik Turki.
Pasca insiden itu, Rusia mengungkapkan kemarahannya dengan menggelar rudal anti-pesawat dan peluru kendali jelajah S-400 di Pangkalan Udara Khmeimim, di selatan Pelabuhan Latakia.
Tidak sampai di situ, Rusia juga mempersenjatai pesawat pembom Sukhoi Su-34 dengan rudal udara ke udara untuk misi pertama di Suriah.
Juru bicara Angkatan Udara Rusia Igor Klimov kepada media setempat mengatakan, rudal udara ke udara itu dipasang untuk tujuan pertahanan.
Kata dia, rudal di Su-34 tidak hanya sebagai bom berdaya ledak tinggi dan bom hampa, tapi juga merupakan rudal udara ke udara jarak pendek dan menengah, serta memiliki perangkat pencari yang mampu melumpuhkan target di udara dalam radius 60 km.
Sementara itu, rudal S-400 yang lebih dulu dipasang Rusia, disebut-sebut mampu merontokan pesawat, helikopter, dan rudal jelajah berkecepatan 4,8 kilometer per detik kecuali rudal balistik antar-benua yang memiliki kecepatan 6 sampai 7 kilometer per detik.
S-400 mampu mengejar sasaran sampai sejauh 400 kilometer dengan ketinggian 27 kilometer. Penggelaran rudal di Latakia membuat Rusia mampu mengamankan wilayah udara sedemikian luas yang meliputi sekujur Lebanon, Siprus, setengah Israel, dan sebagian besar Turki.
Sistem Radar S-400 mampu mencakup wilayah Suriah, Arab Saudi, sekujur Israel, Yordania, sebagian besar Mediterania timur, wilayah Turki sampai Ankara.









