Antisipasi Pembalakan, Warga Diberi Garapan Kayu Putih

TUBAN – Peristiwa berdarah dengan tertembak dan tertangkapnya Tabri bin Modi, warga asal Desa Sidonganti di hutan petak 3, RPH Mulyoagung, BKPH Mulyoagung, masuk Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, yang proses penangkapannya dilumpuhkan dengan penembakan ke arah kaki tersangka oleh Anggota Polsek Singgahan, beberapa waktu lalu membuat pihak menejemen Perhutani KPH Parengan dan KPH Jatirogo menegaskan akan segera memberdayakan masyarakat yang tinggal di wilayah di kawasan tersebut, dan segera mengakhiri tindakan perusakan hutan.

”Program untuk tanaman kayu putih di kawasan Desa Sodpnganti dan sekitarnya, sudah ada beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, Perum Perhutani telah membuat program pemberdayaan masyarakat di sana melalui tanaman ini. Namun, karena kegiatan pemeliharaan oleh masyarakat tersebut kurang intensif, maka perlu untuk diperbaiki dan dibuat pengadaan baru lagi,” kata Kepala Seksi Komunikasi Sosial KPH Jatirogo dan Parengan, Mubarok N.A. Sigit, melalui telpon genggamnya, Kamis (02/02/2012).

Dikatakan, tindakan lanjutan untuk segera merealisasikan program pemberdayaan masyarakat tersebut Perhutani KPH Jatirogo sendiri juga telah melakukan beberapa komunikasi dengan para tokoh masyarakat di rumah salah di Desa Gemulung, Kecamatan Tambakboyo.

Semua tokoh elemen masyarakat tersebut, menurut Anang Tejo Anggono, Wakil Administratur Perhutani KPH Jatirogo, hampir semua hadir untuk berkomunikasi dan menginginkan tanaman jenis kayu putih segera direalisir dalam waktu yang tidak lama.

Berdasae data yang Perhutani KPH Parengan disebutkan, saat ini tanaman kayu putih yang berada di beberapa petak-petak hutan di wilayah BKPH Mulyoagung masih terdapat ribuan tanaman jenis ini dengan kondisi masih bisa untuk dimanfaatkan.

Saat dikonfirmasi tentang masalah ini, salah satu tokoh asal dusun Bangkok, Desa Gemulung, Kecamatan Tambakboyo, membenarkan bahwa sikap Perhutani sudah banyak berubah dan segera memberdayakan masyarakatnya.

”Kami sangat antusias dengan keinginan yang telah deal dengan mereka. Itu cita-cita kami agar timbul kepedulian terhadap hutan sekitar kami. Kami sudah lama ingin hutan disekeliling kami hijau kembali,” tutur Mbah Jati, kala pertemuan di desa tersebut. (LEA)