PLN Jatim Luncurkan Sarjitu

SARJITU: Untuk melakukan door to door, mobil inilah yang dipergunakan untuk menjalankan program sarjitu. Nampak Direktur Operasi PLN Jawa Bali, I Gusti Ngurah Adnyana dan GM PLN Distribusi Jatim Haryanto.

SURABAYA– PLN Distribusi Jatim meluncurkan program pemasaran terbaru dengan nama sarjitu (pemasaran siji lan pitu). Yakni sebuah program pemasaran door to door untuk meraih pertumbuhan kWh jual 17 persen tahun ini.

Target pertumbuhan kWh itu, karena PLN Distribusi Jatim telah berhasil dalam beberapa hal di tahun 2011  lalu. Seperti realisasi tambahan jumlah pelanggan yang mencapai 415.294 pelanggan sehingga total jumlah pelanggan di tahun 2011 sebanyak 7.878.039 pelanggan. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 340.000 pelangan, dan pencapaian ini lebih tinggi 22 persen dari target.

Dengan pencapaian jumlah pelanggan tersebut, PLN Distribusi Jatim memperoleh jumlah kWh jual yang cukup baik, yaitu 24.018.691 MWh (sekitar 7 persen lebih tinggi dibanding tahun 2010 sebanyak 22.469.536 MWh), dan daya 11.877.917 MVA (naik 9 persen dari tahun 2010).

“Berdasarkan perkembangan indikator kinerja 2011 didukung berbagai langkah kebijakan yang telah ditempuh jajaran manajemen dan seluruh pegawai PLN Distribusi Jatim, maka tahun ini ditargetkan 8.159.419 pelanggan dan penjualan kWh 28.101.000 MWh. Jumlah ini lebih tinggi 17 persen dibandingkan tahun lalu (4.083.000 MWh). Dengan program sarjitu, diharapkan target tercapai,” ujar Direktur Operasi PLN Jawa Bali, I Gusti Ngurah Adnyana, disela launching sarjitu di PLN APJ Selatan.

Dikatakan dia, dengan natural growth 3,2 persen, PLN Distribusi Jatim harus mengusahakan perolehan kWh jual sebesar 1.697.250 MWh atau setara 1.500 VA dan 830.000 pelanggan. Sehingga total pelanggan pada akhir tahun diprediksi 8.705.000 pelanggan.

“PLN Distribusi Jatim memiliki potensi daya 554 MVA (dari daftar tunggu pelanggan yang sudah bayar BP dan terbit SIP TT, TM, kolektif) dan sebesar 256 MVA (dari pelanggan umum dan lisdes yang akan menyala pada 2012). Dari jumlah MVA itu, diperkirakan akan memperpoleh kWh jual sebesar 838.745 MWh. PLN Distribusi Jatim masih harus berusaha mencari tambahan daya sebesar 690 MVA atau setara 400.000 pelanggan,” tandas Gusti, yang didampingi GM PLN Distribusi Jatim, Haryanto.

I Made Artha, Manager Niaga PLN Distribusi Jatim menambahkan, program sarjitu ini menggunakan strategi tepat sasaran. Melalui pendekatan door to door yang dilakukan secara serentak ke kantong-kantong potensi pasar. Sekaligus mengikis habis praktek pencaloan.

“Perang padam terus kita jalankan. Kita jaga agar nyalanya terjaga, pemadaman diperkecil sehingga pemakaian akan panjang, pemakaian yang panjang ini akan membuat kWh naik,” kata Made. (doni sujito)