
maiwanews – Dua orang personel BNPB mengikuti pelatihan ASEAN ERAT tingkat dasar. Ini merupakan pelatihan angkatan 13 bagi anggota tim penilai dan tanggap darurat negara-negara anggota ASEAN.
Pelatihan berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 20 hingga 28 Juli di Ha Hin, Thailand. Keikutsertaan kedua anggota BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bermanfaat untuk pengembangan lembaga maupun operasi tanggap darurat.
Mereka dapat diturunkan dalam operasi penanggulangan bencana baik di tanah air maupun di negara-negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).
Pelatihan ASEAN ERAT (Emergency Response and Assessment Team) ini diselenggarakan AHA Centre, lembaga ini menangani bencana di bawah ASEAN. Selama kegiatan ini, lembaga tersebut melibatkan mitra intenasional, termasuk Pemerintah Thailand.
AHA Centre juga melibatkan UNOCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs), dan IFRC (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies).
AHA Centre (ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management) adalah organisasi antar pemerintah, didirikan sepuluh Negara Anggota ASEAN untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi penanggulangan bencana antara Negara-negara Anggota ASEAN.
Salah seorang peserta personel BNPB, Rachmi Rini, menyatakan bahwa pelatihan tersebut mengasah kepemimpinan. Hal ini sangat dibutuhkan saat terjadi krisis atau bencana.
Kepala Subbagian Tata Laksana ini menambahkan, personel BNPB belajar melakukan koordinasi dan kerja sama dengan personel lainnya dari lembaga penanggulangan bencana dari negara anggota ASEAN.
Kepala Bidang Data BNPB Teguh Harjito, pelatihan ini memberikan pengalaman membangun tim solid, khususnya pada latihan simulasi. (z/BNPB)









