5 Tahun ke Depan, TNI Butuh Rp57 T untuk Alutsista

sjafrie-sjamsuddinmaiwanews – Tentara Nasional Indonesia (TNI) membutuhkan dana sedikitnya Rp 57 triliun untuk pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Tahun 2010 ini, menurut Sjafrie, TNI mendapatkan alokasi dana dari APBN untuk kebutuhan alutsista sebesar Rp 7 triliun. Pada 2011 dan 2012, diharapkan mendapatkan alokasi dana, masing-masing Rp 10 triliun dan Rp 11 triliun.

“Kami berharap kondisi keuangan negara bisa memenuhi kebutuhan alutsista, baik untuk pengadaan maupun pemeliharaan, selama lima tahun ke depan,” kata Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, di Surabaya, Selasa, 21 September 2010.

“Harapan kami pada 2011 ada penambahan dana lagi sehingga lima tahun ke depan target pemenuhan dana alutsista sebesar Rp 57 triliun bisa tercapai,” katanya saat memberikan paparan di PT PAL Indonesia.

Dalam program jangka pendek ini, Kementerian Pertahanan, lanjut Sjafrie, akan melakukan pengadaan satu unit kapal perang jenis perusak kawal rudal senilai Rp 2,2 triliun. Pembangunan kapal canggih itu dilaksanakan dengan galangan kapal Belanda dan PT PAL.

“Memang kalau dibandingkan dengan luas wilayah laut kita yang mencapai 15 juta kilometer persegi, pengadaan satu kapal saja sangat tidak cukup,” kata mantan Pangdam Jaya itu.

Menurutnya, sebenarnya kita ini butuh setidaknya empat perusak kawal rudal, kalau melihat luas daerah maritim. Tapi kembali lagi, harus melihat kemampuan keuangan negara.

“Sebenarnya kita ini butuh empat PKR (perusak kawal rudal), kalau melihat luas daerah maritim. Tapi kembali lagi, harus melihat kemampuan keuangan negara. Oleh sebab itu, prioritaskan saja pembangunan PKR, sedangkan kapal selam, kita pikirkan nanti,” katanya.

Karena Operasi keamanan TNI, lanjutnya, bukan hanya untuk pertempuran saja, melainkan juga menjaga potensi perekonomian nasional seiring dengan makin maraknya pencurian kekayaan negara oleh pihak asing.

BERITA LAINNYA

.