Permukaan Tanah Alami Penurunan di Sejumlah Lokasi

jalam-martadinata-amblasmaiwanews – Di sejumlah lokasi, terjadi penurunan permukaan tanah dengan kedalaman bervariasi. Sejak 2002, penurunan permukaan tanah paling signifikan, mencapai 116 cm terjadi di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara.

“Secara umum terjadi penurunan muka tanah di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Tapi, paling dalam di kawasan Muara Baru jika dibanding dengan daerah-daerah lain di Jakarta,” kata Herry Andreas.

Hal itu diungkapkan Herry Andreas yang juga peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam jumpa pers tentang penanganan dan penanggulangan penurunan muka tanah di Ruang Rapim Utama Balai Kota DKI, Jumat, 1 Oktober 2010.

Selain di tiga wilayah kota madya itu, Herry melanjutkan, penurunan muka tanah juga terjadi hingga daerah dataran tinggi seperti Cibubur, Jakarta Timur, dengan kedalaman bervariasi.

Selain itu, terjadi juga penurunan muka tanah di Cengkareng Barat dengan kedalaman 65 cm, Jalan MH Thamrin turun 15 cm, kawasan Kelapa Gading turun 47 cm.

Sementara di Jalan Kramat Jaya, Jakarta Utara, penurunan ruas jalan menuju Islamic Center rata-rata sedalam 4 cm tiap tahun, sehingga sering ditinggikan dengan memberi lapisan hotmix.