maiwanews – Masa tanggap darurat penanganan korban banjir bandang Wasior diperpanjang hingga akhir Oktober dari sebelumnya dijadwalkan hanya berlangsung selama 10 hari, 8-18 Oktober.
Hal itu dilakukan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar masa tanggap darurat penanganan banjir bandang di Wasior, Papua Barat, diperpanjang dua pekan dari rencana semula.
“Saya perintahkan perpanjangan tanggap darurat dua minggu lagi,” kata Presiden Yudhoyono saat melakukan peninjauan ke lokasi bencana di Wasior, Kamis 14 Oktober 2010 pagi.
SBY minta agar tanggap darurat diprioritaskan pada penanganan korban yang luka dan sakit serta meminta pemerintah setempat untuk memperhatikan kecukupan air minum. Menurut Presiden, kecukupan air bersih di lokasi pengugsian akan sangat berguna bagi kesehatan para pengungsi.
Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta dilakukan penambahan alat berat untuk membantu proses pemulihan lokasi bencana banjir bandang di Wasior, Papua Barat.
Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono tiba di Wasior Kamis dini hari setelah melakukan perjalanan 10 jam menggunakan KRI Hassanudin dari Manokwari.
Dalam perjalanannya menuju Wasior, KRI Hasanuddin yang ditumpangi SBY dan rombongan dikawal oleh tiga buah kapal perang milik TNI angkatan Laut.









