maiwanews – Paska demo yang ricuh sebelumnya, kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Makassar dijaga ketat oleh 1000 personil TNI dan diback up 2 SSK Polres Makassar.
Dua kampus yang mahasiswanya yang sebelumnya terlibat bentrok dengan polisi yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas ’45 Makassar bahkan dilburkan oleh pimpinan masing-masng.
Setiap titik depan kampus besar sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan dan Urip Sumoharjao yang dilalui rombongan SBY seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), UMI dan ’45 dijaga ketat oleh personil TNI bersenjata lengkap.
Beberapa titik yang ada di jalan Andi Pangeran Pettarani, akses menuju Hotel Clarion, juga tak luput dari penjagaan pasukan keamanan, termasuk di fly over km 4 yang biasanya menjadi titik favorit melakukan demo.
Apalagi di jalan AP Pettarani juga terdapat kampus Universtas Negeri Makassar (UNM) dan tak jauh dari situ ada Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Kedua kampus itu juga dikenal kerap melakukan demo besar.
Saat berita ini dibuat, dilaporkan sekitar 500 mahasiswa UNM juga menggelar demo di depan hotel Clarion, tempat acara Koordinasi Gubernur se-Indonesia di laksanakan. Mereka menuntut penuntasan kasus Century serta mendesak SBY turun dari jabatannya.
Jalur yang dilalui rombongan SBY memang merupakan ‘jalurnya para demonstran.’ Sepanjang jalan sejak keluar Bandara Sultan Hasanuddin hingga hotel Clarion, berjejer puluhan kampus besar maupun sedang, termasuk beberapa diantaranya dikenal memang ‘rajin’ menggelar demo besar.
Beruntung, jalan tol sebagai akses menuju pusat kota dari bandara sudah dapat digunakan, sehingga beberapa jalan yang diblokir mahasiswa dapat dihindari.
Presiden SBY yang datang ke Makassar Selasa, 19 Oktober 2010, adalah dalam rangka membuka rapat koordinasi gubernur se-Indonesia di Hotel Clarion, Jalan Andi Pangerang Pettarani.
SBY akan bertemu para gubernur membahas ‘Penguatan Sinergi Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan’. Selain itu, SBY juga akan meresmikan proyek infrastruktur dan Transtudio Mal di Trans Studio di Tanjung Bunga, Makassar.
Turut mendampingi Presiden, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Kelautan Fadel Muhammad, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan Menpora Andi Mallarangeng.
.









